<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-4060275632764774323</id><updated>2012-02-16T13:44:17.264-08:00</updated><category term='cerpenku'/><category term='sufi'/><category term='wisdom (kata mutiara)'/><category term='Wacana'/><category term='Jelajah'/><category term='Renungan'/><category term='filsafat'/><title type='text'>Cinta Ilahi</title><subtitle type='html'></subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://serepih.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4060275632764774323/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://serepih.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Muhammad Falikh Siddik</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06820504698161400563</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_wlA-5SNFx8w/TGYsB6Nub1I/AAAAAAAAAFM/ECzIQ5epw64/S220/IMG_2409.JPG'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>15</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4060275632764774323.post-4531394066388221560</id><published>2010-12-15T15:44:00.000-08:00</published><updated>2010-12-15T15:46:52.989-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='filsafat'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Wacana'/><title type='text'>FIKIH AVERROISME II</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_wlA-5SNFx8w/TQlSoZpzncI/AAAAAAAAAHk/-Q22KfQrnuk/s1600/50354_98489735599_6837866_n.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="320" src="http://3.bp.blogspot.com/_wlA-5SNFx8w/TQlSoZpzncI/AAAAAAAAAHk/-Q22KfQrnuk/s320/50354_98489735599_6837866_n.jpg" width="263" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;h6 class="uiStreamMessage" data-ft="{&amp;quot;type&amp;quot;:&amp;quot;msg&amp;quot;}" style="text-align: center;"&gt;&lt;span class="messageBody"&gt;by :&lt;/span&gt;&amp;nbsp;&lt;/h6&gt;&lt;h6 class="uiStreamMessage" data-ft="{&amp;quot;type&amp;quot;:&amp;quot;msg&amp;quot;}" style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://www.facebook.com/profile.php?id=1202883074"&gt;Irwan Masduqi&lt;/a&gt;&lt;span class="messageBody"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/h6&gt;&lt;h6 class="uiStreamMessage" data-ft="{&amp;quot;type&amp;quot;:&amp;quot;msg&amp;quot;}" style="text-align: center;"&gt;&lt;span class="messageBody"&gt;Dinamika Islam Andalusia&lt;/span&gt;&lt;/h6&gt;&lt;h6 class="uiStreamMessage" data-ft="{&amp;quot;type&amp;quot;:&amp;quot;msg&amp;quot;}"&gt;&lt;span class="messageBody"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/h6&gt;&lt;h6 class="uiStreamMessage" data-ft="{&amp;quot;type&amp;quot;:&amp;quot;msg&amp;quot;}" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="messageBody"&gt;Cordoba  (Cordova), Andalusia, Spanyol Selatan, adalah tanah kelahiran Ibn  Rusyd. Cordoba adalah salah satu provinsi Andalusia yang terletak di  sebelah Sungai Guadalquivir. Kota ini didirikan oleh Claudius Marcellus  dengan nama Corduba pada zaman Romawi Kuno. Pada masa kekuasaan Islam,  orang Arab menyebutnya Qurthubah. Cordoba dibangun sebagai ibukota  Dinasti Umayah Spanyol oleh Abdurrahman al-Dakhil. Puncak kejayaan  dinasti Islam Eropa ini dicapai pada periode pemerintahan Abdurrahman  al-Nashir (929-961 M) dan al-Hakam (961-976 M) yang ditandai dengan  kemajuan di segala bidang.&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Andalusia memiliki banyak pusat  keilmuan, mulai dari Madrasah Cordoba, Sevilla, Almeria, Toledo, hingga  Zaragoza. Ilmu bahasa dan ilmu-ilmu agama menyebar secara merata di  kota-kota tersebut. Namun, masing-masing madrasah memiliki karakteristik  yang menonjol di bidang keilmuan lain. Toledo dan Zaragoza lebih  dominasi oleh matematika, astronomi, filsafat metafisika, dan  kedokteran. Di Toledo terdapat astronomer terkemuka bernama al-Zarqali  (Latin: Arzachel) dan matematikawan bernama al-Baghunsyi. Tak kalah  dengan Toledo, Zaragoza memiliki Ibn Bajjah (Latin: Avempace) yang  terkenal dalam bidang astromoni, logika, musik, filsafat, psikologi, dan  sastra. Sedangkan Almeria merupakan central bagi gerakan gnostik di  Andalusia, dimana ordo-ordo mistik berkembang di bawah bimbingan master  sufi Ibn al-‘Arif, penerus madrasah tarekat Ibn Masarah al-Qurthubi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diantara  kelima madrasah tersebut, Madrasah Cordoba dan Sevilla adalah yang  paling berpengaruh. Sevilla adalah ibukota lama dan Cordoba adalah  ibukota baru. Persaingan antar keduanya tidak hanya dalam ranah politik,  melainkan menjalar pada persaingan kebudayaan. Cordoba dan Sevilla  memiliki pakar-pakar dalam segala bidang, tetapi masing-masing kota  memiliki keunggulan dalam bidang tertentu. Cordoba lebih menonjol dalam  bidang pemikiran teoretis, sedangkan Sevilla menonjol dalam seni dan  sastra. Hal ini diungkapkan sendiri oleh Ibn Rusyd kepada koleganya yang  bernama Ibn Zahr (Latin: Avenzoar), “Jika ada orang alim meninggal  dunia dan kitab-kitabnya akan dijual maka kitab-kitab tersebut dibawa ke  Cordoba. Jika ada musisi yang meninggal kemudian alat musiknya akan  dijual maka dibawa ke Sevilla”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam konteks internal, Cordoba  adalah ibukota sekaligus pusat kebudayaan intelektual yang paling  menonjol di Andalusia. Di sisi lain, dalam konteks eksternal dunia  Islam, Cordoba terlibat dalam rivalitas dengan Dinasti Abasiyah di  Baghdad dan Dinasti Fatimiyah di Cairo. Rivalitas ketiga dinasti  tersebut tidak hanya terbatas dalam persoalan politik belaka, tetapi  menjalar dalam bidang epistemologi. Dinasti Abasiyah mengusung corak  teologi Mu’tazilah-Asy’ariyah dan madzhab fikih Hanafiyah, sedangkan di  pihak lain Dinasti Fatimiyah mengusung fikih Syiah dan filsafat  Bathiniyah. Dinasti Abasiyah bersenjatakan epistemologi bayani (retoris)  vis a vis Dinasti Fatimiyah yang bersenjatakan epistemologi irfani  (gnostik). Untuk menguatkan ideologi dan epistemologi masing-masing,  Dinasti Abasiyah mendapuk logika Aristoteles (mantiq) manakala Dinasti  Fatimiyah mendapuk filsafat esoterik Hermetisisme. Rivalitas politik dan  kebudayaan dua dinasti tersebut mengambarkan betapa kentalnya fanatisme  sektarianistik Sunni Abasyiah dan Syiah Fatimiyah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di  tengah-tengah rivalitas dua dinasti tersebut, Cordoba—sebagai kota  paling representatif Andalusia—menyadari adanya tantangan untuk  mendefinisikan identitas kulturalnya yang khas. Cordoba dituntut untuk  mencanangkan “proyek kebudayaan baru” (al-masyru’ al-tsaqafi al-jadid)  dalam rangka pencarian jati diri dan mempertahankan eksistensinya dari  serangan kebudayaan Dinasti Abasiyah dan Fatimiyah. Dalam bidang fikih,  Cordoba dan wilayah Andalusia lainnya diwarnai oleh corak orisinalitas  fikih yang selaras dengan fikih para sahabat dan tabiin sejak penaklukan  Islam pada tahun 92 H. Dinasti Umawiyah Andalusia awalnya menganut  madzhab al-Auza’i yang diikuti oleh Bani Umayah di Damaskus. Madzhab  Auza’i dinilai selaras dengan madzhab sahabat dan tabiin yang menaklukan  Andalusia, yakni sama-sama bertumpu pada riwayat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada periode  berikutnya, Dinasti Umayah Andalusia mengetahui sikap politik Imam  Malik, pendiri madzhab Malikiyah, yang lebih mendukung Dinasti Umawiyah  ketimbang kebijakan-kebijakan politik Dinasti Abasiyah. Melihat adanya  keuntungan secara politis, Dinasti Umayah berinisiatif mengadopsi  madzhab Malikiyah—yang juga bertumpu pada riwayat sebagaimana madzhab  Auza’i—sebagai madzhab resmi imperium Andalusia. Peresmian madzhab  Malikiyah di Andalusia tak lain merupakan wujud implementasi dari proyek  kebudayaan sekaligus manuver politik yang dicanangkan guna menandingi  hegemoni kebudayaan Abasiyah dan Fatimiyah. Di sisi lain, dalam bidang  filsafat, mula-mula Cordoba adalah kota yang steril dari filsafat  Yunani. Namun, menyadari semakin ketatnya persaingan dengan kebudayaan  Abasiyah dan Fatimiyah, Khalifah Abdurrahman al-Nashir dan al-Hakam  al-Muntasir Billah bertekat mengumpulkan khazanah keilmuan filsafat dan  pelbagai disiplin ilmu lainnya dari Baghdad, Mesir, dan kawasan Timur  Islam lainnya. Inilah puncak kejayaan intelektual Dinasti Umawiyah  Andalusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sayangnya, kejayaan tersebut tidak berlangsung lama  sebab pada tahun 1009 M Andalusia mengalami keruntuhan dan memasuki era  muluk al-thawaif, masa perpecahan dan munculnya kerajaan-kerajaan kecil.  Pada tahun 1086 M, perpecahan ini dapat disatukan kembali seiring  dengan munculnya kekuasaan Dinasti Murabithin di Andalusia. Yang  mengecewakan, Dinasti Murabithin justru lebih didominasi oleh kelompok  agamawan penganut madzhab Maliki yang sangat konservatif. Hegemoni  Malikiyah memang telah berlangsung lama sejak ditetapkan sebagai madzhab  resmi Dinasti Umawiyah. Namun, hegemoni ini bermetamosfosis menjadi  konservatisme radikal pada masa Murabithin. Ironisnya, konservatisme ini  mendapatkan legitimasi dari Ali bin Yusuf bin Tasyfin, Amir Dinasti  Murabithin. Untuk mengilustrasikan fenomena ini, al-Marakisyi dalam  al-Mu’jab fi Talkhish Akhbar al-Maghrib menulis,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Tidak ada ulama  yang bisa mendapatkan tempat di pemerintahan kecuali orang-orang yang  membidangi fikih madzhab Maliki. Pada masa itu, kitab fikih Malikiyah  disebarluaskan dan masyarakat diwajibkan mengamalkannya. Kitab-kitab  selain Malikiyah disingkirkan”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Stagnansi pemikiran Andalusia era  Murabithin memang memprihatinkan. Kitab Ihya’ Ulum al-Din karya  al-Ghazali pun tidak selamat dari pembakaran massal ini. Yang lebih  mengerikan, ulama fikih pada saat itu mengeluarkan fatwa mati bagi siapa  pun yang menyimpan karya-karya al-Ghazali. Konservatisme tersebut  otomatis memantik perlawanan dari kalangan oposisi. Pada tahun 1152 M,  muncullah revolusi kaum oposisi yang menyerukan pembaharuan pemikiran  yang dipimpin oleh Ibn Tumart. Ibn Tumart adalah cendekiawan tercerahkan  yang pernah berguru pada al-Ghazali, Abi Bakar al-Syasyi, dan Ibn Abd  al-Jabbar di Baghdad, Abi Bakar al-Tharthusyi di Mesir, dan Ibn Hamdin  di Cordoba. Dengan tekat mewujudkan perubahan sosial keagamaan, gerakan  oposisi berhasil menumbangkan Dinasti Murabithin dan mendirikan Dinasti  Muwahidin.&lt;/span&gt;&lt;/h6&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4060275632764774323-4531394066388221560?l=serepih.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://serepih.blogspot.com/feeds/4531394066388221560/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://serepih.blogspot.com/2010/12/fikih-averroisme-ii.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4060275632764774323/posts/default/4531394066388221560'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4060275632764774323/posts/default/4531394066388221560'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://serepih.blogspot.com/2010/12/fikih-averroisme-ii.html' title='FIKIH AVERROISME II'/><author><name>Muhammad Falikh Siddik</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06820504698161400563</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_wlA-5SNFx8w/TGYsB6Nub1I/AAAAAAAAAFM/ECzIQ5epw64/S220/IMG_2409.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_wlA-5SNFx8w/TQlSoZpzncI/AAAAAAAAAHk/-Q22KfQrnuk/s72-c/50354_98489735599_6837866_n.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4060275632764774323.post-2624091927820034998</id><published>2010-12-09T05:00:00.000-08:00</published><updated>2010-12-09T05:00:12.727-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cerpenku'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sufi'/><title type='text'>Tasawuf Penting Tapi Syari'at Adalah Pondasinya</title><content type='html'>&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:WordDocument&gt;   &lt;w:View&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:Zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:PunctuationKerning/&gt;   &lt;w:ValidateAgainstSchemas/&gt;   &lt;w:SaveIfXMLInvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:IgnoreMixedContent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:Compatibility&gt;    &lt;w:BreakWrappedTables/&gt;    &lt;w:SnapToGridInCell/&gt;    &lt;w:ApplyBreakingRules/&gt;    &lt;w:WrapTextWithPunct/&gt;    &lt;w:UseAsianBreakRules/&gt;    &lt;w:DontGrowAutofit/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;w:BrowserLevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;  &lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:LatentStyles DefLockedState="false" LatentStyleCount="156"&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !mso]&gt;&lt;img src="http://img2.blogblog.com/img/video_object.png" style="background-color: #b2b2b2; " class="BLOGGER-object-element tr_noresize tr_placeholder" id="ieooui" data-original-id="ieooui" /&gt; &lt;style&gt;st1\:*{behavior:url(#ieooui) }&lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt; /* Style Definitions */ table.MsoNormalTable {mso-style-name:"Table Normal"; mso-tstyle-rowband-size:0; mso-tstyle-colband-size:0; mso-style-noshow:yes; mso-style-parent:""; mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; mso-para-margin:0cm; mso-para-margin-bottom:.0001pt; mso-pagination:widow-orphan; font-size:10.0pt; font-family:"Times New Roman"; mso-ansi-language:#0400; mso-fareast-language:#0400; mso-bidi-language:#0400;}&lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;  &lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_wlA-5SNFx8w/TQDSSG5deYI/AAAAAAAAAHQ/UJbe_L5Ii2I/s1600/3sk.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="320" src="http://2.bp.blogspot.com/_wlA-5SNFx8w/TQDSSG5deYI/AAAAAAAAAHQ/UJbe_L5Ii2I/s320/3sk.jpg" width="279" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;ini ada selingan dikit, hasil perbincangan kemarin antara saya dan 2 orang teman yang sudah lama gak ketemu, setelah basa-basi, temen saya ini akhirnya ngomong masalah agama, nah banyak unsur yang menarik disini (menurut saya)&lt;br /&gt;saya singkat temen saya itu dengan Alfan &amp;nbsp;dan Badrun (bukan nama asli)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya : Ente berdua dimana sekarang (biasa pakai ente kalau udah ngomong ma temen sendiri)&lt;br /&gt;Alfan &amp;amp; Badrun : Kami sekarang masih dalam proses belajar&lt;br /&gt;Alfan : Jo (panggilan saya, anggap saja nama saya Bejo hehe…), ente tau gak bahwa kita ini diciptain dari Nur Muhammad,......akhirnya dia ngejelasin tentang ini sampai membahas prihal fuad, lathoif (jamak dari lathifah) dan ilmu tasawuf lainnya.&lt;br /&gt;Saya : wah, ente hebat, saya baru tahu dikit aja.&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya kami jalan dan Badrun bilang kerjaannya sekarang mengajar ngaji Al-Qur'an anak-anak SD kelas 1 dan 2.&lt;br /&gt;Pas saat itu si Badrun baca Qur’an, karena saya pikir ada yang agak janggal dengan cara ngajinya akhirnya saya nanya : eeee..Badrun....kalo gak salah itu hukumnya &lt;em&gt;&lt;span style="font-family: Tahoma;"&gt;mad wajib muttasil&lt;/span&gt;&lt;/em&gt; ya....kalau yang ane denger tadi ente bacanya jadi ke &lt;em&gt;&lt;span style="font-family: Tahoma;"&gt;mad thabi’ie&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;Badrun :…??????&lt;br /&gt;Saya : kok bengong, makhroj huruf ‘ain itu dimana? tenggorokan bawah, tengah pa atas.&lt;br /&gt;Badrun : ............tengah kayanya&lt;br /&gt;Saya : kok kayanya? bukannya ente ngajarin orang?, kok bisa gak yakin ama makhrarijul huruf&lt;br /&gt;em...... eh...Bad....kalo huruf hijaiyah itu jumlahnya berapa?&lt;br /&gt;Badrun :............28&lt;br /&gt;Saya : bener segitu ? gak 29 ?&lt;br /&gt;Badrun :............(lama banget mikirnya)&lt;br /&gt;karena si Badrun mikirnya lama akhirnya saya balik nanya ke si Alfan&lt;br /&gt;saya : eh...al (al adalah panggilan alfan)...tadi ente kan bicara tentang Nur Muhammad, nah saya mau nanya dikit, kalo ente buang air kecil atau besar kan harus dibasuh tuh.....nah pake apa ngebasuhnya bro?&lt;br /&gt;Alfan : ya pake air lah...aneh tu pertanyaan&lt;br /&gt;Saya : ha..ha....iya-iya maaf deh, saya tahu pake air, kalo gak ada air bisa pake tisu atau batu.........tapi saya mau nanya air apa? Air mutlak, musta'mal, atau yang lain?&lt;br /&gt;Alfan :.............&lt;br /&gt;Saya : yang saya tahu kalau membersihkan sesuatu dari najis harus pake air mutlak atau air suci dan bisa mensucikan, atau jangan jangan air yang biasa ente pakai buat wudhu selama ini ente pakai air musta'mal wah cilaka 12 bro! ... ente berati belum bersih dan syah buat sholat&lt;br /&gt;Alfan :............&lt;br /&gt;Saya : nah karena sudah bicara tentang air, saya sekalian nanya tentang wudhu basuh telinga itu sunnah atau rukun?&lt;br /&gt;Alfan:.............&lt;br /&gt;Saya : kok bengong? sunnah apa rukun....kalo gitu yang makruh ama yang haram dalam wudhu apa?&lt;br /&gt;Alfan :............loh emang ada?&lt;br /&gt;Saya : memang ada kan, yang saya tahu kalo ente memperlambat wudhu sementara adzan udah berkumandang nah itu udah makruh, kalo ente mengatakan yang rukun itu sunnah, yang sunnah itu rukun maka jadi haram. Nah, jadi kalo ente bilang basuh telinga tu rukun sementara itu hanya sunnah maka wudhu ente udah haram.&lt;br /&gt;kalo haram shalat kita diterima gak?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maaf ya, saya ngomong kaya gini bukan mau sombong atau apa, tapi saya ngomong kaya gini karena ente tadi udah ngomong Nur Muhammad, sirr, maqomat aulia, karomah dan lain lain sedangkan si Badrun udah ngajar ngaji ke anak-anak SD, soalnya kalo ente belajar hanya untuk diri sendiri, ente cukup belajar sedikit, tapi kalo udah mau ngajarin orang lain ente harus banyak belajar ini bukan kata-kata saya, tapi kata Imam Syafi'ie r.a&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ente juga harus hari-hati, soalnya kalo ente ngasih pelajaran sementara pelajaran itu gak ente amalin, maka ente bakal nanggung dosa yang sangat banyak karena ente nanggung dosa ente dan dosa orang yang ente ajarin yang gak ngamalin ilmu tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ente juga ngomong Nur Muhammad dll itu udah masuk ranah ilmu hakikat atau tassawuf dan ahwal ma'rifat , karena itu ane nanya ilmu syariat atau fiqih supaya ente gak salah jalan, dalam artian ibadah ente benar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau ente aja gak tau tentang thaharah, jenis-jenis air, ceboknya salah, wudhunya salah, shalatnya salah, nah bagaimana amal ibadah ente bakal diterima. yang lebih parah lagi kalo ente gak hapal rukun islam sama rukun iman&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena sebenarnya yang kita takutkan itu bukan amal yang sedikit, tapi kalau amalnya itu gak diterima oleh Allah swt, ini bukan saya yang bilang tapi sayyidina Ali bin abi thalib karamallahu wajhah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Coba kalau ente tengok ulama-ulama besar baik yang sekarang maupun yang dulu kaya wali songo, syekh khoalil bangkalan, habib mundzir, dll. Mereka semua kuat banget ilmu fiqihnya, baru naik belajar tassawuf dan pendalaman hakikat tentang rukun iman dan islam serta arti diri kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saran saya sih, mendingan cari guru lah, ngaji kitab fiqih dulu, ngajinya jangan sendiri tapi ada gurunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau ente ngerasa malu balik belajar dari awal artinya ente udah sombong, dan itu bukanlah perilaku ulama-ulama besar warisatul anbiya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Contohnya salah satu guru Syekh Khalil bangkalan itu adalah seorang pemuda yang usianya sama dengan anak Syekh Khalil (atau masyhur di panggil Mbah Khalil Bangakalan)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau ulama sebesar Syekh Khalil saja mau belajar ama yang lebih muda, kenapa kita enggak?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya cuma saran ya......gak bermaksud mengajari terlebih-lebih menghakimi tapi sekedar mengingatkan supaya kita sama-sama gak salah jalan, karena ente udah ane anggap keluarga, jadi hak saya untuk ngingetin saudara, kalau ente rada tersinggung saya mohon maaf.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;akhirnya kami pisah dan temen saya akhirnya mau balik lagi belajar dari dasar.&lt;br /&gt;﻿&lt;br /&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4060275632764774323-2624091927820034998?l=serepih.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://serepih.blogspot.com/feeds/2624091927820034998/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://serepih.blogspot.com/2010/12/tasawuf-penting-tapi-syariat-adalah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4060275632764774323/posts/default/2624091927820034998'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4060275632764774323/posts/default/2624091927820034998'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://serepih.blogspot.com/2010/12/tasawuf-penting-tapi-syariat-adalah.html' title='Tasawuf Penting Tapi Syari&apos;at Adalah Pondasinya'/><author><name>Muhammad Falikh Siddik</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06820504698161400563</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_wlA-5SNFx8w/TGYsB6Nub1I/AAAAAAAAAFM/ECzIQ5epw64/S220/IMG_2409.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_wlA-5SNFx8w/TQDSSG5deYI/AAAAAAAAAHQ/UJbe_L5Ii2I/s72-c/3sk.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4060275632764774323.post-4408408709094924829</id><published>2010-09-28T07:22:00.000-07:00</published><updated>2010-09-28T08:04:25.029-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cerpenku'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Renungan'/><title type='text'>Kyai Kampung Lawan Santri Liberal</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_wlA-5SNFx8w/TKIDzDinuYI/AAAAAAAAAHM/nMB4m5CmqJ0/s1600/Kyai+kampung+1.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="298" src="http://4.bp.blogspot.com/_wlA-5SNFx8w/TKIDzDinuYI/AAAAAAAAAHM/nMB4m5CmqJ0/s400/Kyai+kampung+1.jpg" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Inilah kisah kiai kampung. Kebetulan  kiai kampung ini menjadi imam  musholla dan sekaligus pengurus ranting  NU di desanya. Suatu ketika  didatangi seorang tamu, mengaku santri  liberal, karena lulusan pesantren  modern dan pernah mengenyam  pendidikan di Timur Tengah. Tamu itu begitu  PD (Percaya Diri), karena  merasa mendapat legitimasi akademik, plus  telah belajar Islam di tempat  asalnya. Sedang yang dihadapi hanya kiai  kampung, yang lulusan  pesantren salaf. &lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;Tentu saja, tujuan utama  tamu itu mendatangi kiai untuk mengajak  debat dan berdiskusi seputar  persoalan keagamaan kiai. Santri liberal  ini langsung menyerang sang  kiai: “Sudahlah Kiai tinggalkan kitab-kitab  kuning (turats) itu, karena  itu hanya karangan ulama kok. Kembali saja  kepada al-Qur’an dan hadits,”  ujar santri itu dengan nada menantang.  Belum sempat menjawab, kiai  kampung itu dicecar dengan pertanyaan  berikutnya. “Mengapa kiai kalau  dzikir kok dengan suara keras dan pakai  menggoyangkan kepala ke kiri dan  ke kanan segala. Kan itu semua tidak  pernah terjadi pada jaman nabi dan  berarti itu perbuatan bid’ah,”  kilahnya dengan nada yakin dan semangat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mendapat  ceceran pertanyaan, kiai kampung tak langsung reaksioner.  Malah sang  kiai mendengarkan dengan penuh perhatian dan tak langsung  menanggapi.  Malah kiai itu menyuruh anaknya mengambil termos dan gelas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kiai  tersebut kemudian mempersilahkan minum, tamu tersebut kemudian   menuangkan air ke dalam gelas. Lalu kiai bertanya: “Kok tidak langsung   diminum dari termos saja. Mengapa dituang ke gelas dulu?,” tanya kiai   santai. Kemudian tamu itu menjawab: Ya ini agar lebih mudah minumnya   kiai,” jawab santri liberal ini. Kiai pun memberi penjelasan: “Itulah   jawabannya mengapa kami tidak langsung mengambil dari al-Qur’an dan   hadits. Kami menggunakan kitab-kitab kuning yang mu’tabar, karena kami   mengetahui bahwa kitab-kitab mu’tabarah adalah diambil dari al-Qur’an   dan hadits, sehingga kami yang awam ini lebih gampang mengamalkan wahyu,   sebagaimana apa yang engkau lakukan menggunakan gelas agar lebih mudah   minumnya, bukankah begitu?”. Tamu tersebut terdiam tak berkutik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian  kiai balik bertanya: “Apakah adik hafal al-Qur’an dan  sejauhmana  pemahaman adik tentang al-Qur’an? Berapa ribu adik hafal  hadits? Kalau  dibandingkan dengan ‘Imam Syafi’iy siapa yang lebih  alim?” Santri  liberal ini menjawab: Ya tentu ‘Imam Syafi’iy kiai sebab  beliau sejak  kecil telah hafal al-Qur’an, beliau juga banyak mengerti  dan hafal  ribuan hadits, bahkan umur 17 beliau telah menjadi guru besar  dan  mufti,” jawab santri liberal. Kiai menimpali: “Itulah sebabnya  mengapa  saya harus bermadzhab pada ‘Imam Syafi’iy, karena saya percaya  pemahaman  Imam Syafi’iy tentang al-Qur’an dan hadits jauh lebih  mendalam  dibanding kita, bukankah begitu?,” tanya kiai. “Ya kiai,”  jawab santri  liberal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kiai kemudian bertanya kepada tamunya tersebut: “Terus  selama ini  orang-orang awam tatacara ibadahnya mengikuti siapa jika  menolak  madzhab, sedangkan mereka banyak yang tidak bisa membaca  al-Qur’an  apalagi memahami?,” tanya kiai. Sang santri liberal menjawab:  “Kan ada  lembaga majelis yang memberi fatwa yang mengeluarkan  hukum-hukum dan  masyarakat awam mengikuti keputusan tersebut,” jelas  santri liberal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian kiai bertanya balik: “Kira-kira menurut  adik lebih alim  mana anggota majelis fatwa tersebut dengan Imam Syafi’iy  ya?.”. Jawab  santri: “Ya tentu alim Imam Syafi’iy kiai,” jawabnya  singkat. Kiai  kembali menjawab: “Itulah sebabnya kami bermadzhab ‘Imam  Syafi’iy dan  tidak langsung mengambil dari al-Qur’an dan hadits,”.” Oh  begitu masuk  akal juga ya kiai!!,” jawab santri liberal ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tamu  yang lulusan Timur Tengah itu setelah tidak berkutik dengan  kiai  kampung, akhirnya minta ijin untuk pulang dan kiai itu  mengantarkan  sampai pintu pagar.﻿&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4060275632764774323-4408408709094924829?l=serepih.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://serepih.blogspot.com/feeds/4408408709094924829/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://serepih.blogspot.com/2010/09/kyai-kampung-lawan-santri-liberal.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4060275632764774323/posts/default/4408408709094924829'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4060275632764774323/posts/default/4408408709094924829'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://serepih.blogspot.com/2010/09/kyai-kampung-lawan-santri-liberal.html' title='Kyai Kampung Lawan Santri Liberal'/><author><name>Muhammad Falikh Siddik</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06820504698161400563</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_wlA-5SNFx8w/TGYsB6Nub1I/AAAAAAAAAFM/ECzIQ5epw64/S220/IMG_2409.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_wlA-5SNFx8w/TKIDzDinuYI/AAAAAAAAAHM/nMB4m5CmqJ0/s72-c/Kyai+kampung+1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4060275632764774323.post-1058225482727571073</id><published>2010-08-28T11:54:00.000-07:00</published><updated>2010-08-28T11:57:32.500-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='wisdom (kata mutiara)'/><title type='text'>Kata Kata Mutiara Pilihan edisi 1</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_wlA-5SNFx8w/THlbKHbWqCI/AAAAAAAAAGg/09x7aIcMjPA/s1600/imageds.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://2.bp.blogspot.com/_wlA-5SNFx8w/THlbKHbWqCI/AAAAAAAAAGg/09x7aIcMjPA/s320/imageds.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;/div&gt;&lt;meta content="text/html; charset=utf-8" http-equiv="Content-Type"&gt;&lt;/meta&gt;&lt;meta content="Word.Document" name="ProgId"&gt;&lt;/meta&gt;&lt;meta content="Microsoft Word 11" name="Generator"&gt;&lt;/meta&gt;&lt;meta content="Microsoft Word 11" name="Originator"&gt;&lt;/meta&gt;&lt;style&gt;&lt;!-- /* Font Definitions */ @font-face	{font-family:"Angsana New";	panose-1:2 2 6 3 5 4 5 2 3 4;	mso-font-charset:0;	mso-generic-font-family:roman;	mso-font-pitch:variable;	mso-font-signature:16777219 0 0 0 65537 0;} /* Style Definitions */ p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal	{mso-style-parent:"";	margin:0cm;	margin-bottom:.0001pt;	mso-pagination:widow-orphan;	font-size:12.0pt;	mso-bidi-font-size:14.0pt;	font-family:"Times New Roman";	mso-fareast-font-family:"Times New Roman";	mso-bidi-font-family:"Angsana New";}@page Section1	{size:595.3pt 841.9pt;	margin:72.0pt 90.0pt 72.0pt 90.0pt;	mso-header-margin:35.4pt;	mso-footer-margin:35.4pt;	mso-paper-source:0;}div.Section1	{page:Section1;}--&gt;&lt;/style&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Kali ini akan menuliskan widom atau kata mutiara yang penulis dapatkan dari &lt;a href="http://www.okezone.com/"&gt;website&lt;/a&gt; yang insya allah dan semoga bermanfaat, dan jika tidak ada halangan akan ada edisi lanjutan tentunya semoga memberikan motivasi, pencerahan bagi penulis pribadi dan bagi pembaca secara umum.  &lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;John Fitzgerald Kennedy&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; "Manusia tidak memiliki talenta yang sama, tapi kita memiliki kesempatan yang sama untuk mengembangkan talenta kita.” John Fitzgerald Kennedy (1917–1963), Presiden Ke-35 Amerika Serikat (1961–63)"&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Joseph Addison&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; ""Rasa cinta di sebuah keluarga adalah anugerah hidup yang luar biasa.” Joseph Addison (1672–1719), negarawan dan seniman Inggris"&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Charles de Montesquieu&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; ""Agar menjadi benar-benar hebat, seseorang harus berdiri dengan masyarakat, bukan di atas mereka.” Charles de Montesquieu (1689–1755), filsuf dan politikus Prancis"&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Soekarno&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;ul&gt;&lt;/ul&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; ""Ini dadaku, mana dadamu? Kalau Malaysia mau konfrontasi ekonomi, kita hadapi dengan konfrontasi ekonomi. Kalau Malaysia mau konfrontasi politik, kita hadapi dengan konfrontasi politik. Kalau Malaysia mau konfrontasi militer, kita hadapi dengan konfrontasi militer.” Soekarno, Presiden I Republik Indonesia"&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Madame Chiang Kai-Shek&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; ""Kita hidup di masa kini, bermimpi tentang masa depan, dan belajar tentang kebenaran abadi dari masa lalu.”&amp;nbsp; Madame Chiang Kai-Shek (1898–2003), kepala pemerintahan China nasionalis di pengasingan di Taiwan"&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Mao Tse-Tung&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; ""Jika Anda ingin tahu teori dan metodologi revolusi, Anda harus ambil bagian dalam gerakan revolusi. Pengetahuan sejati hanya bisa diperoleh dengan pengalaman langsung.” Mao Tse-Tung (1893–1976), pemimpin China"&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Hermann Hesse&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; ""Manusia diciptakan untuk mencapai sesuatu yang luar biasa jika cita-cita mereka terancam.” Hermann Hesse (1877-1962), novelis Swiss kelahiran Jerman, peraih Nobel Sastra 1946"&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; John Finley&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; ""Kematangan berpikir adalah kemampuan untuk bertahan dari ketidakpastian.” John Finley (1759–1846), penjelajah asal Amerika Serikat"&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; David Suzuki&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; ""Pendidikan telah gagal menyampaikan pelajaran paling penting dalam ilmu pengetahuan, yaitu keragu-raguan.” David Suzuki, ilmuwan pakar lingkungan asal Kanada"&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Sasha Azevedo&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; ""Kawan sejati akan mengatakan kebenaran di depanmu, bukan di belakangmu.” Sasha Azevedo, aktris, atlet, dan fotomodel Amerika Serikat"&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Blaise Pascal&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; ""Kata-kata yang baik tidak memerlukan biaya besar, tapi bisa menyelesaikan banyak soal.” Blaise Pascal (1623–1662), matematikawan dan filsuf Prancis"&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Henry Drummond&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; ""Tidak ada kebahagiaan dalam memiliki atau mendapatkan sesuatu. Hanya dalam memberi, kebahagiaan itu ada.” Henry Drummond (1851–1860), pujangga asal Kanada"&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Andre Gide&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; ""Lebih baik dibenci karena apa yang Anda miliki daripada disukai atas sesuatu yang tidak Anda punyai." Andre Gide (1869–1951), penulis dan humanis Prancis, peraih Nobel Sastra 1947"&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Maxwell Maltz&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; ""Pengembangan diri adalah nama permainan; tujuan utama Anda adalah menguatkan diri, bukan menghancurkan lawan.” Maxwell Maltz (1927–2003), motivator dan ahli bedah plastik asal Amerika Serikat"&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Percy Bysshe Shelley&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; ""Janganlah takut pada masa depan, jangan pula menangis untuk masa lalu.” Percy Bysshe Shelley (1792–1822), pujangga Inggris"  &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4060275632764774323-1058225482727571073?l=serepih.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://serepih.blogspot.com/feeds/1058225482727571073/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://serepih.blogspot.com/2010/08/kata-kata-mutiara-pilihan-edisi-1.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4060275632764774323/posts/default/1058225482727571073'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4060275632764774323/posts/default/1058225482727571073'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://serepih.blogspot.com/2010/08/kata-kata-mutiara-pilihan-edisi-1.html' title='Kata Kata Mutiara Pilihan edisi 1'/><author><name>Muhammad Falikh Siddik</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06820504698161400563</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_wlA-5SNFx8w/TGYsB6Nub1I/AAAAAAAAAFM/ECzIQ5epw64/S220/IMG_2409.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_wlA-5SNFx8w/THlbKHbWqCI/AAAAAAAAAGg/09x7aIcMjPA/s72-c/imageds.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4060275632764774323.post-1419988092280212252</id><published>2010-08-14T12:29:00.000-07:00</published><updated>2010-08-14T12:33:28.390-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Jelajah'/><title type='text'>GEREJA GANTUNG (HANGING CHURCH / KINEES ET AL-MUALLAQA</title><content type='html'>&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 12.9pt; margin-bottom: 12.0pt;"&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;table cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="float: left; text-align: left;"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_wlA-5SNFx8w/TGbsCY-eaBI/AAAAAAAAAFs/dnRgFUlYvN0/s1600/100_1120.JPG" imageanchor="1" style="clear: left; margin-bottom: 1em; margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" height="200" src="http://4.bp.blogspot.com/_wlA-5SNFx8w/TGbsCY-eaBI/AAAAAAAAAFs/dnRgFUlYvN0/s200/100_1120.JPG" width="150" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;Gereja Gantung&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;span style="color: #333333; font-family: 'Lucida Grande'; font-size: 9pt;"&gt;Memiliki nama lain Al-Muallaqa yang artinya sesuatu yang digantung. Hal ini dikarenakan gereja tersebut dibangun di atas tanah dan ditunjang oleh tiang yang menahannya. Untuk memasuki gereja ini anda harus menaiki tangga sejumlah 29 anak tangga.&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #333333; font-family: 'Lucida Grande'; font-size: 9pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #333333; font-family: 'Lucida Grande'; font-size: 9pt;"&gt;Gereja ini merupakan gereja Coptic yang paling terkenal di kota Cairo dan gereja ini dipersembahkan kepada Perawan Maria maka gereja ini dikenal juga sebagai gereja Maria.&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #333333; font-family: 'Lucida Grande'; font-size: 9pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #333333; font-family: 'Lucida Grande'; font-size: 9pt;"&gt;Dibangun pada abad ke 7 masehi dan di abad ke 11 bangungan ini kediaman resmi dari pemimpin agama Kristen Coptic dari Alexandria.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: #333333; font-family: 'Lucida Grande'; font-size: 9pt;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: #333333; font-family: 'Lucida Grande'; font-size: 9pt;"&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #333333; font-family: 'Lucida Grande'; font-size: 9pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #333333; font-family: 'Lucida Grande'; font-size: 9pt;"&gt;Bila anda memasuki gereja ini maka anda dapat hiasan-hiasan indah disemua bagian dalam gereja. Dibagian depan terdapat mimbar yang ditunjang oleh 13 pilar yang mewakili Yesus bersama ke 12 murid Nya. Yang menarik dari ke 13 pilar tersebut adalah terdapat pilar yang berwarna hitam yang berarti Judas Isrkariot dan yang berwarna abu abu yang berarti Thomas.&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #333333; font-family: 'Lucida Grande'; font-size: 9pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #333333; font-family: 'Lucida Grande'; font-size: 9pt;"&gt;Kebanyakan hiasan (icon) di dalam gereja ini berasal dari abad ke 8 bahkan ada yang berasal dari abad ke 5 dan 6 masehi.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #333333; font-family: 'Lucida Grande'; font-size: 9pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #333333; font-family: 'Lucida Grande'; font-size: 9pt;"&gt;Di dalam dari gereja ini terdapat ruangan yang dipersembahkan kepada Perawan Maria, St. George dan Johanes Pembaptis.&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #333333; font-family: 'Lucida Grande'; font-size: 9pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #333333; font-family: 'Lucida Grande'; font-size: 9pt;"&gt;________________________________________&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #333333; font-family: 'Lucida Grande'; font-size: 9pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #333333; font-family: 'Lucida Grande'; font-size: 9pt;"&gt;GEREJA ST. SERGIUS (ABU SERGA)&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #333333; font-family: 'Lucida Grande'; font-size: 9pt;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: #333333; font-family: 'Lucida Grande'; font-size: 9pt;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: #333333; font-family: 'Lucida Grande'; font-size: 9pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;table cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="float: left; margin-right: 1em; text-align: left;"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_wlA-5SNFx8w/TGbvAYVhu9I/AAAAAAAAAGE/-kpzIlzJO3s/s1600/abu-serga-ext.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; margin-bottom: 1em; margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" height="156" src="http://3.bp.blogspot.com/_wlA-5SNFx8w/TGbvAYVhu9I/AAAAAAAAAGE/-kpzIlzJO3s/s200/abu-serga-ext.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;Abu Serga&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;span style="color: #333333; font-family: 'Lucida Grande'; font-size: 9pt;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="color: #333333; font-family: 'Lucida Grande'; font-size: 9pt;"&gt;Diyakini oleh umat Kristen sebagai salah satu dari tempat tinggal Yesus, Maria dan Yosef selama berada dipengungsian di Mesir yang dikarenakan oleh kejaran pasukan raja Herodes yang ingin membunuh bayi laki-laki (Mat 2:13-15). Adapun sebenarnya keluarga Kudus (Yesus, Maria dan Yosef) selalu berpindah-pindah dari satu tempat ke tempat yang lain selama kurang lebih 3 tahun di Mesir tetapi tempat ini merupakan tempat yang paling sering dikunjungi oleh para peziarah.&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #333333; font-family: 'Lucida Grande'; font-size: 9pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 12.9pt; margin-bottom: 12.0pt;"&gt;&lt;span style="color: #333333; font-family: 'Lucida Grande'; font-size: 9pt;"&gt;Gereja Kristen Coptic ini dibangun pada abad ke 8 masehi terletak di tengah benteng Babilon pada zama Romawi kuno pada saat itu. Keberadaan nama Abu Serga yang juga berarti St.Sergius kurang jelas dikarenakan ada 2 pendapat mengenai nama tersebut yang pertama merupakan seorang bangsa Mesir yang menganut agama Kristen yang dibunuh bersama ayah dan saudara perempuannya pada saat pembantaian umat Kristen oleh bangsa Romawi saat itu. Dan yang kedua ada pendapat lain mengenai St.Sergius ini yaitu berdasarkan cerita bahwa dia merupakan pembantu dari kaisar Romawi Maxmilian yang dimartir di Syria diawal abad ke 4 masehi.&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #333333; font-family: 'Lucida Grande'; font-size: 9pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #333333; font-family: 'Lucida Grande'; font-size: 9pt;"&gt;Gereja ini berbentuk basilika dimana terdapat 2 baris tempat duduk di bagian tengah gereja. Terdapat 12 pilar yang diyakini sebagai simbol dari 12 murid Yesus. Pilar-pilar tersebut dibuat dari material yang berbeda seperti 10 pilar dibuat dari batu, 1 pilar dibuat dari marmer dan 1 pilar dibuat dari granit merah.&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #333333; font-family: 'Lucida Grande'; font-size: 9pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #333333; font-family: 'Lucida Grande'; font-size: 9pt;"&gt;Gereja ini terdapat 3 ruang suci di sisi sebelah Timur, tiap ruang suci terdapat altar dan terdapat kubah kayu diatasnya dan ditopang oleh 4 tiang marmer.&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #333333; font-family: 'Lucida Grande'; font-size: 9pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #333333; font-family: 'Lucida Grande'; font-size: 9pt;"&gt;Bagian terpenting dari gereja ini adalah gua di mana Keluarga Kudus pernah tinggal yang terdapat di bagian bawah gereja. Dan setiap tahun pada tanggal 1 Juni terdapat upacara di gereja ini untuk mengenang kedatangan Keluarga Kudus yang dirayakan oleh umat Kristen di dalam gua tersebut.&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #333333; font-family: 'Lucida Grande'; font-size: 9pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #333333; font-family: 'Lucida Grande'; font-size: 9pt;"&gt;________________________________________&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #333333; font-family: 'Lucida Grande'; font-size: 9pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #333333; font-family: 'Lucida Grande'; font-size: 9pt;"&gt;SINAGOGA BEN EZRA (BEN EZRA SYNAGOGUE)&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #333333; font-family: 'Lucida Grande'; font-size: 9pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #333333; font-family: 'Lucida Grande'; font-size: 9pt;"&gt;Bangunan ini terletak di belakang gereja gantung (Hanging Church) dan dahulunya merupakan sebuah gereja juga. Bangunan gereja ini dahulu dijual kepada orang yahudi pada tahun 882 masehi guna membayar pajak kepada penguasa muslim pada saat itu.&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #333333; font-family: 'Lucida Grande'; font-size: 9pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #333333; font-family: 'Lucida Grande'; font-size: 9pt;"&gt;Gereja ini dibeli oleh seorang yahudi yang bernama Abaraham Ben Ezra yang datang dari Jerusalem pada masa pemerintahan Ahmed Ibn Tulun seharga 20.000 dinar.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 9pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_wlA-5SNFx8w/TGbuH-8vrWI/AAAAAAAAAF8/jfEuabyKOdM/s1600/ben-ezra-syn-t.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" height="153" src="http://3.bp.blogspot.com/_wlA-5SNFx8w/TGbuH-8vrWI/AAAAAAAAAF8/jfEuabyKOdM/s200/ben-ezra-syn-t.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;Sinagog Ben Ezra&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 12.9pt; margin-bottom: 12.0pt;"&gt;&lt;span style="color: #333333; font-family: 'Lucida Grande'; font-size: 9pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #333333; font-family: 'Lucida Grande'; font-size: 9pt;"&gt;Sinagoga ini menjadi tempat ibadah atau ziarah bagi umat yahudi dari Afrika Utara dan rabi yang pernah mengajar di sana adalah Rabi Moses Maimonides pada saat dia berada di Cairo.&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #333333; font-family: 'Lucida Grande'; font-size: 9pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #333333; font-family: 'Lucida Grande'; font-size: 9pt;"&gt;Bangunan ini terbagi 2 lantai masing-masing untuk pria di bagian bawah dan wanita di bagian atas dan dibagian tengah dari sinagoga ini terdapat bangunan kecil yang terbuat dari marmer dan berbentuk octagonal yang digunakan untuk meletakan torah.&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #333333; font-family: 'Lucida Grande'; font-size: 9pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #333333; font-family: 'Lucida Grande'; font-size: 9pt;"&gt;Berdasarkan tradisi tempat ini diyakini sebagai tempat di mana dahulu bayi Musa diangkat dari air oleh permaisuri raja Firaun.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 9pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4060275632764774323-1419988092280212252?l=serepih.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://serepih.blogspot.com/feeds/1419988092280212252/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://serepih.blogspot.com/2010/08/gereja-gantung-hanging-church-kinees-et.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4060275632764774323/posts/default/1419988092280212252'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4060275632764774323/posts/default/1419988092280212252'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://serepih.blogspot.com/2010/08/gereja-gantung-hanging-church-kinees-et.html' title='GEREJA GANTUNG (HANGING CHURCH / KINEES ET AL-MUALLAQA'/><author><name>Muhammad Falikh Siddik</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06820504698161400563</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_wlA-5SNFx8w/TGYsB6Nub1I/AAAAAAAAAFM/ECzIQ5epw64/S220/IMG_2409.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_wlA-5SNFx8w/TGbsCY-eaBI/AAAAAAAAAFs/dnRgFUlYvN0/s72-c/100_1120.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4060275632764774323.post-236952657037428924</id><published>2010-08-13T21:43:00.003-07:00</published><updated>2010-08-13T21:44:49.578-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Renungan'/><title type='text'>Kisah Nyata Bar'ah (Gadis berumur 10 Tahun yg Hapal al-Qur'an, jujur saya tak kuat menahan air mata melihat Videonya...)</title><content type='html'>&lt;meta content="text/html; charset=utf-8" http-equiv="Content-Type"&gt;&lt;/meta&gt;&lt;meta content="Word.Document" name="ProgId"&gt;&lt;/meta&gt;&lt;meta content="Microsoft Word 11" name="Generator"&gt;&lt;/meta&gt;&lt;meta content="Microsoft Word 11" name="Originator"&gt;&lt;/meta&gt;&lt;link href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CFalikh%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtml1%5C03%5Cclip_filelist.xml" rel="File-List"&gt;&lt;/link&gt;&lt;o:smarttagtype name="country-region" namespaceuri="urn:schemas-microsoft-com:office:smarttags"&gt;&lt;/o:smarttagtype&gt;&lt;o:smarttagtype name="City" namespaceuri="urn:schemas-microsoft-com:office:smarttags"&gt;&lt;/o:smarttagtype&gt;&lt;o:smarttagtype name="place" namespaceuri="urn:schemas-microsoft-com:office:smarttags"&gt;&lt;/o:smarttagtype&gt;&lt;style&gt;&lt;!-- /* Font Definitions */ @font-face	{font-family:"Angsana New";	panose-1:2 2 6 3 5 4 5 2 3 4;	mso-font-charset:0;	mso-generic-font-family:roman;	mso-font-pitch:variable;	mso-font-signature:16777219 0 0 0 65537 0;}@font-face	{font-family:Tahoma;	panose-1:2 11 6 4 3 5 4 4 2 4;	mso-font-charset:0;	mso-generic-font-family:swiss;	mso-font-pitch:variable;	mso-font-signature:1627421319 -2147483648 8 0 66047 0;} /* Style Definitions */ p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal	{mso-style-parent:"";	margin:0cm;	margin-bottom:.0001pt;	mso-pagination:widow-orphan;	font-size:12.0pt;	mso-bidi-font-size:14.0pt;	font-family:"Times New Roman";	mso-fareast-font-family:"Times New Roman";	mso-bidi-font-family:"Angsana New";}a:link, span.MsoHyperlink	{color:blue;	text-decoration:underline;	text-underline:single;}a:visited, span.MsoHyperlinkFollowed	{color:purple;	text-decoration:underline;	text-underline:single;}@page Section1	{size:595.3pt 841.9pt;	margin:72.0pt 90.0pt 72.0pt 90.0pt;	mso-header-margin:35.4pt;	mso-footer-margin:35.4pt;	mso-paper-source:0;}div.Section1	{page:Section1;}--&gt;&lt;/style&gt;  &lt;br /&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_wlA-5SNFx8w/TGYefqgpEUI/AAAAAAAAAEk/s48wc2v3QnQ/s1600/26078_1334203088876_1645034533_813467_7532693_n.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="200" src="http://4.bp.blogspot.com/_wlA-5SNFx8w/TGYefqgpEUI/AAAAAAAAAEk/s48wc2v3QnQ/s200/26078_1334203088876_1645034533_813467_7532693_n.jpg" width="138" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: Tahoma;"&gt;Ini adalah kisah gadis berumur 10 tahun yang bernama Bar'ah, orangtuanya dokter asal Mesir dan telah pindah ke Arab Saudi untuk mencari kehidupan yang lebih baik.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Tahoma;"&gt;Pada usia ini, Bar 'ah telah menghapal seluruh Al-Qur'an dengan tajwid, dia sangat cerdas. Gurunya mengatakan bahwa dia sangat maju untuk anak seusianya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Tahoma;"&gt;Keluarganya berkomitmen untuk Islam dan ajaran-ajarannya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Tahoma;"&gt;Suatu hari ibunya mulai merasa sakit perut yang parah dan setelah beberapa kali diperiksakan diketahuilah ibu bar'ah menderita kanker, dan kanker ini sudah dalam keadaan stadium akhir/kronis.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Tahoma;"&gt;Ibu bar'ah berfikir untuk memberitahu putrinya, terutama jika suatu hari nanti ia terbangun dan menemukan ibunya tak lagi berada di sampingnya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;span style="font-family: Tahoma;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Tahoma;"&gt;Inilah ucapan ibu bar'ah kepadanya, "Bar'ah, ibu akan pergi ke surga lebih dulu, tapi ibu ingin kamu selalu membaca Al-Qur'an dan menghapalkannya setiap hari, karena ia akan menjadi pelindungmu kelak."&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;span style="font-family: Tahoma;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Tahoma;"&gt;Gadis kecil itu tidak terlalu mengerti apa yang ibunya berusaha beritahukan, tapi dia mulai merasakan perubahan keadaan ibunya, terutama ketika ibunya mulai dipindahkan ke rumah sakit untuk waktu yang lama.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Tahoma;"&gt;Hari-hari selanjutnya jadi sangat berat bagi Bar'ah. Gadis kecil ini menggunakan waktu sepulang sekolahnya untuk menjenguk ibunya ke rumah sakit dan membaca al-Qur'an untuk ibunya hingga malam, sampai ayahnya datang dan membawanya pulang.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Tahoma;"&gt;Suatu hari, pihak rumah sakit memberitahu ayah Bar'ah bahwa kondisi istrinya itu sangat buruk dan ia perlu datang secepatnya. Ayah bar'ah segera menjemput Bar'ah dari sekolah dan menuju ke rumah sakit.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Tahoma;"&gt;Bisa dibayangkan bagaimana sedihnya hati sang ayah membayangkan jika anak gadisnya akan tumbuh tanpa kasih sayang seorang ibu.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Tahoma;"&gt;Ketika mereka tiba di depan rumah sakit, sang ayah meminta Bar'ah untuk tinggal di mobil , agar dia tidak akan shock jika ibunya meninggal dunia.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Tahoma;"&gt;Ayahnya keluar dari mobil dengan penuh air mata, ia menyeberang jalan dengan tergesa-gesa agar bisa segara sampai ke rumah sakit, tapi tiba-tiba datang sebuah mobil melaju kencang dan menabrak ayah Bar'ah dan ia meninggal seketika. Kejadian itu berlangsung di depan putrinya itu.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Tahoma;"&gt;Tak terbayangkan tangis sang gadis kecil pada saat itu...&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Tahoma;"&gt;Tragedi Bar'ah belum selesai sampai di sini, berita kematian ayahnya yang disembunyikan dari ibu Bar'ah yang masih opname di rumah sakit, namun setelah &lt;st1:city w:st="on"&gt;&lt;st1:place w:st="on"&gt;lima&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt; hari semenjak kematian suaminya, akhirnya ibu Bar'ah meninggal dunia juga.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Tahoma;"&gt;Kini gadis kecil ini sendirian tanpa kedua orangtuanya, orangtua teman-teman sekolah Bar'ah memutuskan untuk mencarikan kerabatnya di Mesir, sehingga kerabatnya bisa merawatnya.Karena sekarang Bar'ah tak punya siapa-siapa lagi di &lt;st1:country-region w:st="on"&gt;&lt;st1:place w:st="on"&gt;Saudi Arabia&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt;.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Tahoma;"&gt;Tak berapa lama tinggal di Mesir gadis kecil Bar'ah mulai mengalami nyeri mirip dengan ibunya dan oleh keluarganya ia lalu di periksakan, dan setelah beberapa kali tes di dapati Bar'ah juga mengidap kanker. Tapi sungguh mencengangkan kala ia di beritahu kalau ia menderita kanker.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Tahoma;"&gt;Inilah perkataan Bar'ah, "Alhamdulillah, sekarang aku akan bertemu dengan kedua orang tuaku."&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Tahoma;"&gt;Semua teman dan keluarganya terkejut. Gadis kecil ini sedang menghadapi musibah yang bertubi-tubi dan dia tetap sabar dan ikhlas dengan apa yang ditetapkan Allah untuknya!&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Tahoma;"&gt;Subhanallah&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Tahoma;"&gt;Orang-orang mulai mendengar tentang Bar'ah dan ceritanya, dan pemerintah &lt;st1:country-region w:st="on"&gt;&lt;st1:place w:st="on"&gt;Saudi Arabia&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt; memutuskan untuk mengurusnya dan mengirimnya ke Inggris untuk pengobatan penyakit ini.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Tahoma;"&gt;Salah satu saluran TV Islam (Al Hafiz TV) mendapat kontak dengan gadis kecil ini dan memintanya untuk membaca al-Qur'an, dan ini adalah suara yang indah yang di lantunkan oleh bar'ah (&lt;a href="http://www.youtube.com/watch?v=NnNS9ID9Ecw"&gt;Lihat disini&lt;/a&gt;&lt;a href="http://www.youtube.com/watch?v=NnNS9ID9Ecw" target="_blank"&gt;&lt;/a&gt;)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Tahoma;"&gt;Mereka menghubungi lagi Bar'ah sebelum ia pergi ke Coma (nama &lt;st1:city w:st="on"&gt;&lt;st1:place w:st="on"&gt;kota&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt;) dan dia berdoa untuk kedua orangtuanya dan menyanyikan Nasyid yang syahdu ini (&lt;a href="http://www.youtube.com/watch?v=yD5S-jtxFls"&gt;Lihat disini ya&lt;/a&gt;)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Tahoma;"&gt;Hari-hari terlewati dan kanker mulai menyebar di seluruh tubuhnya, para dokter memutuskan untuk mengamputasi kakinya, dan ia telah bersabar dengan apa yang ditetapkan Allah baginya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Tahoma;"&gt;Beberapa hari setelah operasi amputasi kakinya kanker sekarang menyebar ke otaknya, lalu dokter memutuskan untuk melakukan operasi otak. Dan sekarang bar'ah berada di sebuah rumah sakit di Inggris menjalani perawatan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Tahoma;"&gt;Bar'ah mengharapkan doa kita....&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Tahoma;"&gt;(Berita terakhir dia sudah meninggal...Innalillahi wa inna ilaihi raji'uun)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4060275632764774323-236952657037428924?l=serepih.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://serepih.blogspot.com/feeds/236952657037428924/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://serepih.blogspot.com/2010/08/kisah-nyata-barah-gadis-berumur-10.html#comment-form' title='6 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4060275632764774323/posts/default/236952657037428924'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4060275632764774323/posts/default/236952657037428924'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://serepih.blogspot.com/2010/08/kisah-nyata-barah-gadis-berumur-10.html' title='Kisah Nyata Bar&apos;ah (Gadis berumur 10 Tahun yg Hapal al-Qur&apos;an, jujur saya tak kuat menahan air mata melihat Videonya...)'/><author><name>Muhammad Falikh Siddik</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06820504698161400563</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_wlA-5SNFx8w/TGYsB6Nub1I/AAAAAAAAAFM/ECzIQ5epw64/S220/IMG_2409.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_wlA-5SNFx8w/TGYefqgpEUI/AAAAAAAAAEk/s48wc2v3QnQ/s72-c/26078_1334203088876_1645034533_813467_7532693_n.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>6</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4060275632764774323.post-457985781252503727</id><published>2010-08-13T20:55:00.000-07:00</published><updated>2010-08-13T21:11:46.851-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sufi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Renungan'/><title type='text'>Duka Al-Quran</title><content type='html'>&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_wlA-5SNFx8w/TGYXMUR4B7I/AAAAAAAAAEM/fuLZPljLSsM/s1600/al-quran-yang-mulia.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="133" src="http://2.bp.blogspot.com/_wlA-5SNFx8w/TGYXMUR4B7I/AAAAAAAAAEM/fuLZPljLSsM/s200/al-quran-yang-mulia.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;Sebelum aku dipegang kau sucikan dirimu dengan air wudlu, aku dulu  sering dibawa kemana pergi. Aku dulu sering disapa setiap hari, aku dulu  dipeluk bahkan dicium selesai bercengkrama.Sebelum bekerja diawali  dengan kalimat ku, Tiap hari secara rutin aku didatengi, sampai  seringmya disapa aku semakin banyak diingat dan dihafal. Itulah masa  kecilmu dulu ketika kau masih belajar.&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Hari berganti hari semakin  dewasa, bertambahlah kesibukan. Kini nasibku kau diamkan. jarang disapa  jarang didatengi karena kesibukan,Ketika nonton yg dicari chanel yg  menjauh dariku, ketika naik kendaraan yang dicari adalah musik dunia,  Berjam jam kau baca tulisan manusia sehingga aku dilupakan. bahkan aku  disimpan di tempat yang rapi tersembunyi sampai kadang lupa meletakkannya .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seingatku aku sering didatengi ketika romadhan. Tapi kini kau  lupakan aku, Sering dengan entengnya membuang waktu untuk mendekatku.  bahkan boleh jadi tidak punya cita cita wafat sedang memeluk aku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Padahal  ketika pulang kepada pemilik yang haq, siapa yang menemani dengan setia  di alam kubur?, siapa yang membela mati matian saat disidang mahkamah  pengadilan abadi'?. siapa yang memberi syafaat diakhirat kelak.?  bukankah aku.?........ Kenapa aku sekarang dah mulai dilupakan. yach...  melupakan aku... aku.. aku yakni Al-Qur'an...............ingat kan? yang  dulu ketika kau kecil sering bersamamu,dipeluk bahkan kau cium..&lt;br /&gt;Jangan  jauhkan aku darimu karena aku akan mendekat kepadamu...... Keluarkan aku  dari laci, letakan aku di meja kerja, Sentuhlah aku pagi dan sore.  Seperti kau dulu kecil mendekat padaku, jangan kau biarkan dalam bisu.  Karena aku akan bersama mu sampai akhirat...............&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4060275632764774323-457985781252503727?l=serepih.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://serepih.blogspot.com/feeds/457985781252503727/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://serepih.blogspot.com/2010/08/duka-al-quran.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4060275632764774323/posts/default/457985781252503727'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4060275632764774323/posts/default/457985781252503727'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://serepih.blogspot.com/2010/08/duka-al-quran.html' title='Duka Al-Quran'/><author><name>Muhammad Falikh Siddik</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06820504698161400563</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_wlA-5SNFx8w/TGYsB6Nub1I/AAAAAAAAAFM/ECzIQ5epw64/S220/IMG_2409.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_wlA-5SNFx8w/TGYXMUR4B7I/AAAAAAAAAEM/fuLZPljLSsM/s72-c/al-quran-yang-mulia.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4060275632764774323.post-4553428749996913334</id><published>2010-04-20T17:31:00.000-07:00</published><updated>2010-08-13T20:42:06.148-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='filsafat'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sufi'/><title type='text'>FIKIH AVERROISME</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;Proyek Pembaharuan dalam Kitab Bidayat al-Mujtahid Karya Ibn Rusyd&lt;br /&gt;Oleh &lt;a href="http://www.facebook.com/?ref=home#%21/topic.php?uid=98489735599&amp;amp;topic=16873"&gt;Irwan Masduqi&lt;br /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: 180%;"&gt;فإن هذا الكتاب إنما وضعناه ليبلغ به المجتهد في هذه الصناعة رتبة الإجتهاد&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: 180%;"&gt;إبن رشد&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Ibn Rushd’s Bidayat al-Mujtahid occupies a unique place among the authoritative manuals of Islamic law. It is designed to prepare the jurist for the task of the mujtahid, the independent jurist, who derives the law and lays down precedents to be followed by the judge in the administration of justice. In this manual Ibn Rushd traces most of the issues of Islamic law, describing not only what the law is, but also elaborating the methodology of some of the greatest legal minds in Islam to show how such laws were derived. (Imran Nyazee)&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Averroisme Eropa dan Averroisme Islam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibn Rusyd, yang dalam literatur Barat dikenal dengan nama Averroes, adalah filosof muslim yang memiliki kontribusi besar dalam perkembangan filsafat dan kedokteran di Eropa. Inilah testimoni yang diberikan oleh Ernest Renan, sarjana Prancis penulis Averroès et l'averroïsme. Herny Corbin, dalam History of Islamic Philosophy, juga memberikan testimoni bahwa Ibn Rusyd adalah “the most eminent representative of what has been called Arab philosophy”, yakni representasi paling unggul dari filsafat Arab. Ada pula yang menjulukinya sebagai “Prince of Science”; pangeran ilmu pengetahuan. Pengaruh Ibn Rusyd di Eropa abad pertengahan memang sangat besar. Oleh karena itu, Habeeb Salloum, penulis Arab yang tinggal di Canada, menulis sebuah artikel yang berjudul Ibn Rusyd: the Great Muslim Philosopher who Planted the Seeds of European Renaissance (Ibn Rusyd: Filosof Muslim Besar yang Menanam Benih Kebangkitan Eropa). Pemikiran-pemikiran brilian Ibn Rusyd menyeruak di Eropa melalui Spanyol yang dianggap sebagai jembatan penyeberangan kebudayaan Arab-Islam ke Barat. Karya-karyanya diterjemahkan dari Arab ke Hebrew oleh Jacob Anatoli, dan dari Hebrew ke Latin oleh Jacob Mantino dan Abraham de Balmes. Karya-karya yang lainnya diterjemahkan secara langsung dari Arab ke Latin oleh Michael Scot.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ernest Renan, Israel Welfens, dan Oliver Leaman mencatat bahwa filsafat Ibn Rusyd berpengaruh di kalangan Yahudi melalui peran filsuf Yahudi bernama Moses Maimonides (Musa bin Maymun). Bagi sarjana Yahudi abad pertengahan, Ibn Rusyd hampir setara dengan Aristoteles, sebab jika tanpa Ibn Rusyd—komentator terbaik Aristoteles—maka kaum Yahudi tak akan mengenal Aristoteles. Sejak era Maimonides, rancang-bangun filsafat Yahudi banyak mengacu pada filsafat Arab. Pengaruh pemikiran Ibn Rusyd ke dalam budaya intelektual Barat menyebar sejak abad ke-11 M, sebab—menurut Ernest Renan—bahasa Arab pada abad ke-10 M telah menjadi bahasa komunitas Yahudi dan Kristen Spanyol. Tak pelak apabila kesatuan bahasa menjadi media penyerapan kebudayaan Islam ke Barat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada abad pertengahan, Barat berada dalam dark ages. Sistem feodalistik mendominasi dan para bangsawan berkongkalikong dengan pihak Gereja memonopoli kendali sosial, politik, dan ekonomi yang merugikan kaum lemah. Ironisnya, kebijakan mereka senantiasa dijustifikasi dengan doktrin agama. Banyak kalangan yang menentangnya, tak terkecuali tokoh-tokoh rasional yang menamakan dirinya sebagai “Averroisme”, sebuah madzhab pecandu filsafat Ibn Rusyd, seperti Johannes Jandun (1328), Urban dari bologna (134), Paul dari Venesia (1429), Siger de Brabant (1235-1282), Thomas Aquinas, Boethious de Decie, Berner van Nijvel, Antonius van Parma, dan lain-lain. Pihak Gereja dan para bangsawan merasa terancam oleh gerakan ini. Untuk membendungnya, maka pada tahun 1270 mereka mengharamkan Averroisme. Pengharaman ini tidak menyebabkan Averroisme gulung tikar. Sebaliknya, Averroisme justru berkembang dan diapresiasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lain di Eropa, lain pula di Islam. Di Eropa, filsafat Ibn Rusyd bersemi. Namun, dalam kebudayaan Islam, filsafat Ibn Rusyd dicampakkan oleh orang-orang seagamanya sendiri. Filsafat bagi mayoritas kalangan Islam dianggap barang haram yang harus dijauhi. Hal ini dikarenakan kuatnya pengaruh propaganda al-Ghazali dalam Tahafut al-Falasifa; sebuah karya polemis yang mengkafirkan ahli filosofi. Diakui atau tidak, resistensi mayoritas kalangan Islam terhadap filsafat akhirnya menyebabkan karya-karya filsafat Ibn Rusyd kurang dihargai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam konteks kebudayaan Islam, satu-satunya karya Ibn Rusyd yang diterima secara massif oleh kalangan tradisional adalah Bidayat al-Mujtahid dalam bidang fikih. Fenomena ini disebabkan oleh karakter kebudayaan Islam tradisional yang lebih didominasi oleh “tradisi fikih” ketimbang filsafat. Kaum muslim tradisional memiliki semangat menggebu-nggebu ketika berbicara fatwa-fatwa haram, namun kurang berminat menguraiakan dan mendeskripsikan pelbagai problematika secara teoretis-filosofis. Naifnya, Bidayat al-Mujtahid di kalangan ini kurang digali nilai-nilai rasional dan progresifnya. Ia hanya dibaca secara konvensional dengan model “pembacaan repetitif” (qiraah tikrar), bukan dengan “pembacaan produktif” (qiraah muntijah).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berangkat dari fenomena-fenomena di atas, maka saat ini dibutuhkan upaya menghidupkan spirit pembaharuan Averroisme di dalam kebudayaan Islam dalam rangka rasionalisasi. Jika Averroisme Eropa dengan spirit rasionalismenya berani mendobrak kemapanan tatanan sosial dan otoritas agamawan-bangsawan, maka seyogyanya Averroisme Islam mampu mendobrak konservatisme dan kejumudan. Proyek rasionalisasi (al-masyru’ al-‘aqlaniy) tak lain adalah bagian dari proyek kebangkitan (al-masyru’ al-nahdhawi). Proyek ini harus ditempuh secara gradual dan membutuhkan proses panjang. Dengan melihat bahwa kebudayaan Islam tradisional lebih didominasi oleh tradisi fikih, maka tidak ada salahnya jika proyek rasionalisasi dimulai secara gradual dari bidang fikih ketimbang bidang-bidang yang lain. Untuk menjawab kebutuhan tersebut, makalah ini hendak menggali pelbagai aspek yang bertalian dengan kitab Bidayat al-Mujtahid, terutama spirit pembaharuan fikih Averroisme. Spirit ini penting digali guna mengawal transformasi dari corak fiqh taqlidi menuju fiqh tajdidi dan dari fikih skipturalistik menuju fikih substantif.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4060275632764774323-4553428749996913334?l=serepih.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://serepih.blogspot.com/feeds/4553428749996913334/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://serepih.blogspot.com/2010/04/fikih-averroisme.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4060275632764774323/posts/default/4553428749996913334'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4060275632764774323/posts/default/4553428749996913334'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://serepih.blogspot.com/2010/04/fikih-averroisme.html' title='FIKIH AVERROISME'/><author><name>Muhammad Falikh Siddik</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06820504698161400563</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_wlA-5SNFx8w/TGYsB6Nub1I/AAAAAAAAAFM/ECzIQ5epw64/S220/IMG_2409.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4060275632764774323.post-4199317761455330443</id><published>2010-04-01T06:43:00.000-07:00</published><updated>2010-08-13T20:43:21.038-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sufi'/><title type='text'>Rahasia Dzikir</title><content type='html'>Ibnu Athaillah As Sakandary&lt;br /&gt;Dzikir itu bermacam-macam. Sedangkan Yang Didzikir hanyalah Satu, dan tidak terbatas. Ahli dzikir adalah kekasih-kekasih Allah. Maka dari segi kedisiplinan terbagi menjadi tiga:&lt;br /&gt;Dzikir Jaly&lt;br /&gt;Dzikir Khafy&lt;br /&gt;Dzikir HaqiqiDzikir Jaly (bersuara), dilakukan oleh para pemula, yaitu Dzikir Lisan yang mengapresiasikan syukur, puhjian, pebngagungan nikmat serta menjaga janji dan kebajikannya, dengan lipatan sepuluh kali hingga tujuh puluh.Dzikir Batin Khafy (tersembunyi) bagi kaum wali, yaitu dzikir dengan rahasia qalbu tanpa sedikit pun berhenti. Disamping terus menerus baqa' dalam musyahadah melalui musyahadah kehadiran jiwa dan kebajikannya, dengan lipatan tujuh puluh hingga tujuh ratus kali.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Dzikir Haqiqi yang kamil (sempurna) bagi Ahlun-Nihayah (mereka yang sudah sampai di hadapan Allah swt,) yaitu Dzikirnya Ruh melalui Penyaksian Allah swt, terhadap si hamba. Ia terbebaskan dari penyaksian atas dzikirnya melalui baqa'nya Allah swt, dengan symbol, hikmah dan kebajikannya mulai dari tujuh ratus kali lipat sampai tiada hingga. Karena dalam musyahadah itu terjadi fana', tiada kelezatan di sana.&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ruh di sini merupakan wilayah Dzikir Dzat, dan Qalbu adalah wilayah Dzikir Sifat, sedangkan Lisan adalah wilayah Dzikir kebiasaan umum. Mananakala Dzikir Ruh benar, akan menyemai Qalbu, dan Qalbu hanya mengingat Kharisma Dzat, di dalamnya ada isyarat perwujudan hakikat melalui fana'. Di dalamnya ada rasa memancar melalui rasa dekatNya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu juga, bila Dzikir Qalbu benar, lisan terdiam, hilang dari ucapannya, dan itul;ah Dzikir terhadap panji-panji dan kenikmatan sebagai pengaruh dari Sifat. Di dalamnya ada isyarat tarikanpada sesuatu tersisa di bawah fana' dan rasa pelipatgandaan qabul dan pengungkapan-pengungkapan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manakala qalbu alpa dari dzikir lisan baru menerima dzikir sebagaimana biasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masing-masing setiap ragam dzikir ini ada ancamannya.&lt;br /&gt;Ancaman bagi Dzikir Ruh adalah melihat rahasia qalbunya. Dan ancaman Dzikir Qalbu adalah melihat adanya nafsu dibaliknya. Sedangkan ancaman Dzikir Nafsu adalah mengungkapkan sebab akibat. Ancaman bagi Dzikir Lisan adalah alpa dan senjang, maka sang penyair mengatakan :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dialah Allah maka ingatlah Dia&lt;br /&gt;Bertasbihlah dengan memujiNya&lt;br /&gt;Tak layaklah tasbih melainkan karena keagunganNya&lt;br /&gt;Keagungan bagiNya sebenar-benar total para pemuji&lt;br /&gt;Kenapa masih ada&lt;br /&gt;Pengandaian bila dzikir-dzikir hambaNya diterima?&lt;br /&gt;Manakala lautan memancar, dan samudera melimpah&lt;br /&gt;Berlipat-lipat jumlahnya&lt;br /&gt;Maka penakar lautan akan kembali pada ketakhinggaan&lt;br /&gt;Jika semua pohon-pohon jadi pena menulis pujian padaNya&lt;br /&gt;Akan habislah pohon-pohon itu, bahkan jika dilipatkan&lt;br /&gt;Takkan mampu menghitungnya.&lt;br /&gt;Dia ternama dengan Sang Maha Puji&lt;br /&gt;Sedang makhlukNya menyucikan sepanjang hidup&lt;br /&gt;Bagi kebesaranNya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perilaku manusia dalam berdzikir terbagi tiga:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Khalayak umum yang mengambil faedah dzikir.&lt;br /&gt;* Khalayak khusus yang bermujahadah&lt;br /&gt;* Khalayak lebih khusus yang mendapat limpahan hidayah.&lt;br /&gt;* Dzikir untuk khalayak umum, adalah bagi pemula demi penyucian. Dzikir untuk khalayak khusus sebagai pertengahan, untuk menuai takdir. Dan dzikir untuk kalangan lebih khusus sebagai pangkalnya, untuk waspada memandangNya.&lt;br /&gt;* Dzikir khalayak umum antara penafian dan penetapan (Nafi dan Itsbat)&lt;br /&gt;* Dzikir khalayak khusus adalah penetapan dalam penetapan (Itsbat fi Itsbat)&lt;br /&gt;* Dzikir kalangan lebih khusus Allah bersama Allah, sebagai penetapan Istbat (Itsbatul Istbat), tanpa memandang hamparan luas dan tanpa menoleh selain Allah Ta'ala.&lt;br /&gt;* Dzikir bagi orang yang takut karena takut atas ancamanNya.&lt;br /&gt;* Dzikir bagi orang yang berharap, karena inginkan janjiNya.&lt;br /&gt;* Dzikir bagi penunggal padaNya dengan Tauhidnya&lt;br /&gt;* Dzikir bagi pecinta, karena musyahadah padaNya.&lt;br /&gt;* Dzikir kaum 'arifin, adalah DzikirNya pada mereka, bukan dzikir mereka dan bukan bagi mereka.&lt;br /&gt;* Kaum airifin berdzikir kepada Allah swt, sebagai pemuliaan dan pengagungan.&lt;br /&gt;* Ulama berdzikir kepada Allah swt, sebagai penyucian dan pengagungan.&lt;br /&gt;* Ahli ibadah berdzikir kepada Allah swt, sebagai rasa takut dan berharap pencinta berdzikir penuh remuk redam.&lt;br /&gt;* Penunggal berdzikir pada Allah swt dengan penuh penghormatan dan pengagungan.&lt;br /&gt;* Khalayak umum berdzikir kepada Allah swt, karena kebiasaan belaka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[pagebreak] Hamba senantiasa patuh, dan setiap dzikir ada yang Diingat, sedangkan orang yang dipaksa tidak ada toleransi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tata cara Dzikir ada tiga perilaku :&lt;br /&gt;1. Dzikir Bidayah (permulaan) untuk kehidupan dan kesadaran jiwa.&lt;br /&gt;2. Dzikir Sedang untuk penyucian dan pembersihan.&lt;br /&gt;3. Dzikir Nihayah (pangkal akhir) untuk wushul dan ma'rifat.&lt;br /&gt;Dzikir bagi upaya menghidupkan dan menyadarkan jiwa, setelah seseorang terlibat dosa, dzikir dilakukan dengan syarat-syaratnya, hendaknya memperbanyak dzikir :&lt;br /&gt;"Wahai Yang Maha Hidup dan Memelihara Kehidupan, tiada Tuhan selain Engkau."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dzikir bagi pembersihan dan penyucian jiwa, setelah mengamai pengotoran dosa, disertai syarat-syarat dzikir, hendaknya memperbanyak :&lt;br /&gt;"Cukuplah bagiku Allah Yang Maha Hidup nan Maha Mememlihara Kehidupan."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada tiga martabat dzikir :&lt;br /&gt;Pertama, dzikir alpa dan balasannya adalah terlempar, tertolak dan terlaknat.&lt;br /&gt;Kedua, dzikir hadirnya hati, balasannya adalah kedekatan, tambahnya anugerah dan keutamaan anugerah.&lt;br /&gt;Ketiga, dzikir tenggelam dalam cinta dan musyahadah serta wushul. Sebagaimana dikatakan dalam syair :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kapan pun aku mengingatMu, melainkan risau dan gelisahku&lt;br /&gt;Pikiranku, dzikirku, batinku ketika mengingatMu,&lt;br /&gt;Seakan Malaikat Raqib Kau utus membisik padaku&lt;br /&gt;Waspadalah, celaka kamu, dzikirlah!&lt;br /&gt;Jadikan pandanganmu pada pertemuanmu denganNya&lt;br /&gt;Sebagai pengingat bagimu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ingatlah, Allah telah memberi panji-panji kesaksianNya padamu&lt;br /&gt;Sambunglah semua dari maknaNya bagi maknamu&lt;br /&gt;Berharaplah dengan dengan menyebut kebeningan dari segala yang rumit&lt;br /&gt;Kasihanilah kehambaanmu yang hina dengan hatimu&lt;br /&gt;Siapa tahu hati menjagamu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dzikir itu sendiri senantiasa dipenuhi oleh tiga hal :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Dzikir Lisan dengan mengetuk Pintu Allah swt, merupakan pengapus dosa dan peningkatan derajat.&lt;br /&gt;* Dzikir Qalbu, melalui izin Allah swt untuk berdialog dengan Allah swt, merupakan kebajikan luhur dan taqarrub.&lt;br /&gt;* Dzikir Ruh, adalah dialog dengan Allah swt, Sang Maha Diraja, merupakan manifestasi kehadiran jiwa dan musyahadah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dzikir Lisan dan Qalbu yang disertai kealpaan adalah kebiasaan dzikir yang kosong dari tambahan anugerah.&lt;br /&gt;Dzikir Lisan dan Qalbu yang disertai kesadaran hadir, adalah dzikir ibadah yang dikhususkan untuk mencerap sariguna.&lt;br /&gt;Dzikir dengan Lisan yang kelu dan qalbu yang penuh adalah ketersingkapan Ilahi dan musyahadah, dan tak ada yang tahu kadar ukurannya kecuali Allah swt.&lt;br /&gt;Diriwayatkan dalam hadits : "Siapa yang pada wal penempuhannya memperbanyak membaca "Qul Huwallaahu Ahad" Allah memancarkan NurNya pada qalbunya dan menguatkan tauhidnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam riwayat al-Bazzar dari Anas bin Malik, dari Nabi saw. Beliau bersabda :&lt;br /&gt;"Siapa yang membaca surat "Qul Huwallahu Ahad" seratus kali maka ia telah membeli dirinya dengan surat tersebut dari Allah Ta'ala, dan ada suara berkumandang dari sisi Allah Ta'ala di langit-langitNya dan di bumiNya, "Wahai, ingatlah, sesungguhnya si Fulan adalah orang yang dimerdekakan Allah, maka barang siapa yang sebelumnya merasa punya pelayan hendaknya ia mengambil dari Allah swt .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diriwayatkan pula: "Siapa yang memperbanyak Istighfar, Allah meramaikan hatinya, dan memperbanyak rizkinya, serta mengampuni dosanya, dan memberi rizki tiada terhitung. Allah memberikan jalan keluar di setiap kesulitannya, diberi fasilitas dunia sedangkan ia lagi bangkrut. Segala sesuatu mengandung siksaan, adapun siksaan bagi orang arif adalah alpa dari hadirnya hati dalam dzikir."[pagebreak]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam hadits sahih disebutkan:&lt;br /&gt;"Segala sesuatu ada alat pengkilap. Sedangkan yang mengkilapkan hati adalah dzikir. Dzikir paling utama adalah Laa Ilaaha Illalloh".&lt;br /&gt;Unsur yang bisa mencemerlangkan qalbu, memutihkan dan menerangkan adalah dzikir itu sendiri, sekaligus gerbang bagi fikiran.&lt;br /&gt;Majlis tertinggi dan paling mulia adalah duduk disertai kontemplasi (renungan, tafakkur) di medan Tauhid. Tawakkal sebagai aktifitas qalbu dan tauhid adalah wacananya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pintu dzikir itu tafakkur,&lt;br /&gt;Pintu pemikiran adalah kesadaran.&lt;br /&gt;Sedang pintu kesadaran zuhud.&lt;br /&gt;Pintu zuhud adalah menerima pemberian Allah Ta'ala (qona'ah)&lt;br /&gt;Pintu Qonaah adalah mencari akhirat.&lt;br /&gt;Pintu akhirat itu adalah taqwa.&lt;br /&gt;Pintu Taqwa ada di dunia.&lt;br /&gt;Pintu dunia adalah hawa nafsu,.&lt;br /&gt;Pintu hawa nafsu adalah ambisi.&lt;br /&gt;Pintu ambisi adalah berangan-angan.&lt;br /&gt;Angan-angan merupakan penyakit yang akut tak bias disembuhkan.&lt;br /&gt;Asal angan-angan adalah cinta dunia.&lt;br /&gt;Pintu cinta dunia adalah kealpaan.&lt;br /&gt;Kealpaan adalah bungkus bagi batin qalbu yang beranak pinak di sana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tauhid merupakan pembelah, di mana tak satu pun bisa mengancam dan membahayakannya. Sebagaimana dinkatakan :&lt;br /&gt;"Dengan Nama Allah, tak ada satu pun di bumi dan juga tidak di langit yang membahayakan, bersama NamaNya. Dan Dia adalah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tauhid paling agung, esensi, qalbu dan mutiaranya adalah Tauhidnya Ismul Mufrad (Allah) ini, menunggalkan dan mengenalNya.&lt;br /&gt;Sebagian kaum 'arifin ditanya mengenai Ismul A'dzom, lalu menjawab, "Hendaknya anda mengucapkan: Allah!", dan anda tidak ada di sana.&lt;br /&gt;Sesungguhnya orang yang berkata "Allah", masih ada sisa makhluk di hatinya, sungguh tak akan menemukan hakikat, karena adanya hasrat kemakhlukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siapa pun yang mengucapkan "Allah" secara tekstual (huruf) belaka, sesungguhnya secara hakikat dzikir dan ucapannya tidak diterima. Karena ia telah keluar (mengekspresikan) dari unsur, huruf, pemahaman, yang dirasakan, simbol, khayalan dan imajinasi. Namun Allah swt, ridlo kepada kita dengan hal demikian, bahkan memberi pahala, karena memang tidak ada jalan lain dalam berdzikir, mentauhidkan, dari segi ucapan maupun perilaku ruhani kecuali dengan menyebut Ismul Mufrad tersebut menurut kapasitas manusia dari ucapan dan pengertiannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan dasar bagi kalangan khusus yang beri keistemewaan dan inayah Allah swt dari kaum 'arifin maupun Ulama ahli tamkin (Ulama Billah) Allah tidak meridloi berdzikir dengan model di atas. Sebagaimana firmanNya :&lt;br /&gt;"Dan tak ada yang dari Kami melainkan baginya adalah maqom yang dimaklumi."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sungguh indah apa yang difirmankan. Dan mengingatkan melalui taufiqNya pada si hamba, memberikan keistemewaan pada hambaNya. Maka nyatalah Asmaul Husna melalui ucapannya dan dzikir pada Allah melalui dzikir menyebut salah satu AsmaNya.&lt;br /&gt;Maka, seperti firmanNya "Kun", jadilah seluruh ciptaan semesta, dan meliputi seluruh maujud.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siapa yang mengucapkan "Allah" dengan benar bersama Allah, bukan disebabkan oleh suatu faktor tertentu, namun muncul dari pengetahuan yang tegak bersamaNya, penuh dengan ma'rifat dan pengagungan padaNya, disertai penghormatan yang sempurna dan penyucian sejati, memandang anugerah, maka ia benar-benar mengagungkan Allah Ta'ala, benar-benar berdzikir dan mengagungkanNya dan mengenal kekuasaanNya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebab, mengingat Allah dan mentauhidkanNya adalah RidloNya terhadap mereka bersamaNya, sebagaimana layakNya Dia Yang Maha Suci.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ma'rifat itu melihat, bukan mengetahui. Melihat nyata, bukan informasi. Menyaksikan, bukan mensifati. Terbuka, bukan hijab. Mereka bukan mereka dan mereka tidak bersama mereka dan tidak bagi mereka. Sebagaimana firmanNya :&lt;br /&gt;"Nabi Isa tidak lain hanyalah seorang hamba yang Kami berikan nikmat kepadanya." (Az-Zukhruf: 59)&lt;br /&gt;"Dan jika Aku mencintainya, maka Akulah Pendengaran baginya, Mata dan tangan dan Kaki baginya."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagiamana jalan menuju padaNya, sedang ia disucikan&lt;br /&gt;Dari aktivitas keseluruhan dan bagi-bagi tugas?&lt;br /&gt;Demi fana wujud mereka, karena WujudNya&lt;br /&gt;Disucikan dari inti dan pecahan-pecahannya?&lt;br /&gt;Tak satu pun menyerupaiNya, bahkan mana dan bagaimana&lt;br /&gt;Setiap pertanyaan tentang batas akan lewat&lt;br /&gt;Dan diantara keajaiban-keajaiban bahwa&lt;br /&gt;WujudNya di atas segalanya dan sirnanya pangkal penghabisan.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4060275632764774323-4199317761455330443?l=serepih.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://serepih.blogspot.com/feeds/4199317761455330443/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://serepih.blogspot.com/2010/04/rahasia-dzikir.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4060275632764774323/posts/default/4199317761455330443'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4060275632764774323/posts/default/4199317761455330443'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://serepih.blogspot.com/2010/04/rahasia-dzikir.html' title='Rahasia Dzikir'/><author><name>Muhammad Falikh Siddik</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06820504698161400563</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_wlA-5SNFx8w/TGYsB6Nub1I/AAAAAAAAAFM/ECzIQ5epw64/S220/IMG_2409.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4060275632764774323.post-14756902520812402</id><published>2010-03-26T17:03:00.000-07:00</published><updated>2010-08-13T20:44:06.647-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Wacana'/><title type='text'>Penyelewengan Makna Jihad</title><content type='html'>Sejak dulu konsep jihad dan mati syahid sudah menyatu dalam sejarah umat Islam. Tak lain jihad merupakan wujud perlawanan menolak segala bentuk penindasan.&lt;br /&gt;Namun kadang umat Islam salah tangkap dan keliru mengartikan jihad, dikiranya makna jihad, syahid atau mati suci padanan bom bunuh diri. Sampai kadang jihad dipahami kewajiban membunuh orang kafir non-Islam.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Pencetus pemahaman salah itu tentunya dari fikih abad pertengahan Islam. Ahli fikih pada masa-masa kodifikasi mengartikan jihad dengan arti “qital”, membunuh. Padahal, merujuk pada Rasyid Ridha, tak semua asal kata jihad di Al-Qur’an diartikan membunuh, seperti pada surat Luqman ayat: 15.&lt;br /&gt;Pemahaman abad pertengahan jihad kini mendominasi cakrawala keberagamaan umat Islam. Sehingga di mata Barat Islam kurang mendapat simpatisan, dipandang kurang toleran. Islam disebut bukan ajaran agama menyejukkan.&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Meski demikian perkembangan di negara-negara Eropa tentang umat Islam cukup melegakan. Kemodernan teknologi, nalar rasional,  pesatnya arus globalisasi, dan kehidupan dunia serba canggih, berperan menjinakkan warisan abad pertengahan fikih umat Islam.&lt;br /&gt;Di beberapa negara Eropa, umat Islam lumayan elastis dan mudah beradaptasi budaya lokal. Itu bukti kekangan ajaran abad pertengahan berlahan luntur. Fakta mengembirakan menunjuk pertumbuhan penduduk muslim di Eropa melesat pesat dari tahun ke tahun.&lt;br /&gt;Di Jerman jumlah umat Islam berkisar 3 milyar, di Inggris 1,5 milyar. Sedang di Prancis lumayan signifikan, jumlah umat Islam sampai 4 milyar. Di Amerika Serikat dan beberapa negara Eropa lainya diprediksi masih ada sekitar 4 milyar-an lebih.&lt;br /&gt;Meski capaian itu mengembirakan pantang bagi kita tak menyebut umat Islam bebas aksi jihad radikal. Toh kenyataannya aksi terrorisme masih terus berjalan di bawah bendera jihad yang diselewengkan kelompok garis keras.&lt;br /&gt;Ternyata di negara modern seperti Eropa nalar abad pertengahan Islam yang memproduksi fikih kekerasan tak kenal kadaluarsa. Masih ada saja umat Islam berontak menyaksikan pencapaian modernitas Barat. Mereka merasa teralienasi sampai tumbuh sifat memusuhi.&lt;br /&gt;Itulah letak kebingungan Hasyiem Shaleh, mengapa para fundamentalis mengadopsi pemikiran tentang martir dari konteks abad kejumudan Islam, tapi di satu waktu mereka memakai fasilitas hasil abad kemodernan, seperti telphon, internet, granat, dan lain.&lt;br /&gt;Akal sehat kita juga tak dapat berpikir, kenapa rasa teralienasi berujung membenci? Kenapa tidak sekalian mereka udzur diri dan menyepi dari hiruk-pikuk keramaian modernitas? Fakta yang tak dapat dibantah kecanggihan dan kemajuan teknologi ternyata tak sanggup memoderkan nalar dan intelektualitas akidah kaum ekstremis.&lt;br /&gt;Orang kagum melihat pendidikan Osama bin Laden sebagai sarjana di bidang teknik sipil. Namun juga binggung, teknologi abad modern di tangan Osama dipakai menghancurkan peradaban anak manusia khususnya Amerika Serikat. Tidakkah Bin Laden sadar teknologi tercipta di Amerika dan Eropa?&lt;br /&gt;Keluan Hasyiem Shaleh pantas kita renungkan. Kita semakin sadar bahwa hingga kini semakin liar dan ganas saja fundamentalisme abad pertengahan menjajah nalar abad modern.&lt;br /&gt;Pada abad ke-20 jihad berkobar di mana-mana. Alasan merebaknya aksi jihad lebih disebabkan oleh faktor perjuangan pembebasan. Sejak PD II selesai, beberapa negara mayoritas muslim sibuk membebaskan diri melawan penjajahan seperti di Khasymir.&lt;br /&gt;Alasan lain yang masih dibenarkan mengapa dakwah jihad meningkat kembali ketika tanah Palestina dirampas Israel sejak tahun 1948. Di Palestina, agenda jihad terus meledak dipicu meletusnya perang melawan Israel pada Oktober 1967. Kini Palestina yang merupakan tanah suci tiga agama itu masih memikat mujahidin berdatangan lantaran konflik dengan Israel belum betul-betul selesai.&lt;br /&gt;Kemudian runtuhnya kedigdayaan Uni Soviet juga menyebabkan mujahidin muslim bertaburan bergrilya. Beberapa negara bagian yang memisah dari Uni Soviet menyulut umat Islam berjihad memproklamirkan kemerdekaannya seperti di Bosnia, Chehca, Afghanistan dan lain.&lt;br /&gt;Setelah Uni Soviet gulung tikar tahun 1991, model operandus dan alasan pendorong jihad merebut kemerdekaan dianggap selesai. Dengan kata lain jihad defensif melawan penjajahan berakhir sudah ceritanya, kecuali untuk kasus Palestina yang hingga kini masih terjajah.&lt;br /&gt;Namun tiba-tiba kita kita dan dunia dihebohkan munculnya babak baru ideologi keras jihad dipasarkan organisasi sayap kanan Al-Qaedah. Organisasi jihad yang berbasis di Afghanistan ini mempopulerkan konsep jihad dan mati syahid dengan pengertian radikal, ekstrem dan keras. Gaya jihad Al-Qaedah bertujuan menyerang, jihad ofensif.&lt;br /&gt;Memang jihad Al-Qaedah mengegerkan dunia internasional. Ancaman semakin terang dan membahayakan terkait aksi mujahidin Al-Qaedah terus-terusan meneror lewat aksi bom bunuh diri.&lt;br /&gt;Pelaku bom bunuh diri seorang martir. Menurut akidah Al-Qaedah martir dijamin masuk surga manakala sukses meledakkan diri, direngut ajal dan menewaskan korban. Terror menerror menjadi kerjaan Al-Qaedah. Untuk mendapat bidadari surga, mati bunuh diri adalah tiket yang tak bisa ditawar.&lt;br /&gt;Al-Qaedah didirikan antara 1988-1990 dalam rangka memerangi kebiadaban tentara Rusia yang keji menginvansi Afghanistan. Pendirinya Abdullah Yusuf Azzam seorang intelektual muslim berkebangsaan Palestina. Azzam juga tercacat sebagai anggota Ikhwanul Muslimin.&lt;br /&gt;Farhad Khasr Khafar penulis buku Al-Ushuliyah Wa Al-A`mal Al-Istishadiyah melakukan riset selama 1,5 tahun di penjara-penjara Prancis yang menawan sejumlah pemuda muslim yang terjerat aksi jihad-terorisme, atau tersangkut jejajaring organisasi terroris lain.&lt;br /&gt;Faktanya, ketika seorang napi ditanya apa yang membuat anda melakukan ini semua? Ia menjawab, kami merasa terasing dengan budaya masyarakat Barat.&lt;br /&gt;Bukankah itu mengejutkan, alasan terror muncul karena kurang “pede” melihat peradaban Barat. Umumnya mujahidin pelaku martir berasal dari golongan bawah, minim pengetahuan dan konservatif memahami agama.&lt;br /&gt;Melakukan terror dengan mendakwah jihad suci tidak dibenarkan dari sudut pandang agama, apalagi akal manusia. Al-Qur’an menerangkan siapa yang membunuh jiwa (manusia) dengan tidak dibenarkan, samahalnya membunuh seluruh manusia di penjuru dunia.&lt;br /&gt;Dalih mereka bukan memiliki tujuan agama, melainkan faktor personal, atau lebih bersifat psikis. Posisi agama hanya didorong-dorong untuk menjustifikasi. Jihad hanya digunakan sebagai pengabsah kalau-kalau kelakuan mereka itu suci.&lt;br /&gt;Kita tak bisa berpikir mengapa problema psikis berujung pada jihad dengan pengamalan yang sadis. Jelas tidak ada kaitannya dengan seruan agama menyangkut membunuh manusia tak bersalah. Islam mengutuk keras perusak kemanusian, juga mengecam siapa pun yang bertujuan menghancurkan kehidupan bumi.&lt;br /&gt;Kita sedih membaca statemen bahwa kelakuan destruktif mujahidin, seperti ditulis Khafar dari hasil wawancaranya, merupakan cermin keterbelakangan dan rendahnya intelektualitas seorang muslim.&lt;br /&gt;Kita hargai Al-Qaedah dan organisasi jihad lain di dunia yang memperjuangkan tegaknya jihad Islam, tapi tetap kita koreksi bahwa prinsip jihad islami tak berupa aksi yang penting mati, seperti asal membunuh.&lt;br /&gt;Gambaran di atas membuktikan makna promordial jihad diselewengkan. Padahal jihad tak selalu identik dengan kekerasan, penyerangan, pengeboman, pengerusakan dan lain, tapi sebuah perjuangan melawan penindasan atas dasar alasan rasional dan dapat dipertanggung jawabkan.&lt;br /&gt;Dalam konteks berjuang, kekerasan bisa terekspresi namun tidak kalap, tidak keliaran, apalagi sampai menghalalkan segala cara. Apapun, pelaku bom bunuh diri praktis membunuh warga sipil tak berdosa. Jelas seorang martir berlipat ganda dosanya jika sampai membunuh orang tak bersalah.&lt;br /&gt;Melihat kebiadaban ekstremis membunuh masuk akal kita bertanya: apa mereka buta atau tidak membaca Al-Qur’an bahwa Allah mengecam keras prilaku destruktif seperti itu?&lt;br /&gt;Islam menolak pengerusakan dalam bentuk apapun, dalam perang sekalipun prajurit Islam diajarkan beretika santun. Membunuh orang-orang tua, wanita, anak-anak, membakar rumah, merusak tanaman, segalanya dilarang keras Rasulullah.&lt;br /&gt;Penting kita meluruskan makna jihad saat ini. Kita perlu bersihkan keonaran tujuan jihad yang telah dibajak habis-habisan. Perlu ditegaskan Islam mementingkan kedamaian daripada berperang. Adapun ekstremis sayap kanan sedikit pun tak merepresentasikan Islam.&lt;br /&gt;Mengapa jihad bertautan erat dengan ideologi bom bunuh diri yang dipraktekkan pada zaman ini sampai pada taraf berlebih-lebihan. Walhasil jihad menjadi semacam terror agama menakutkan.&lt;br /&gt;Patut disayangkan itu menimpa agama Islam. Sementara ini kita lihat begitu seringnya mujahidin mengatasnamakan Islam sebelum meledakkan diri. Bukankah itu adegan pembajakan agama. Wajar kejadian itu terulang membuat stigma Islam dituduh agama terror.&lt;br /&gt;Dalam bentang sejarah Islam, buku-buku yang membahas fikih jihad baru muncul pada abad ke-8 dan ke-9 Masehi, tepatnya pada akhir kekuasaan dinasti Umawiyah dan awal berkuasanya dinasti Abbasiyah.&lt;br /&gt;Selama dua abad itu ulama Islam banyak membahas jihad dari berbagai aspeknya, seperti hukum membunuh dan sikap umat Islam ketika berperang melawan musuh. Para ulama mendasarkan penelitihan mereka atas petunjuk Al-Qur’an, hadis dan pengalaman Rasulullah berperang sejak 622-632 M.&lt;br /&gt;Berkembangnya fikih ini bukan tidak mustahil akibat pengaruh sosio-politik gerakan pembebasan (al-futuhat al-islamiyah) umat Islam. Pembebasan bertujuan menyebarkan agama Islam yang berlangsung gemilang selama 30 tahun terhitung sejak nabi wafat.&lt;br /&gt;Seorang ahli fikih asal Kufa Muhammad Hasan Al-Syaibani (w. 804 M) dari awal telah menyodorkan pembahasan jihad rincih dengan permasalahan melibatkan hukum orang kafir dalam perang, seperti perbedaan antara mereka yang wajib diperangi (ahl al-harb) dan yang dianjurkan dilindungi (ahl al-ahd).&lt;br /&gt;Dr. Mahir Syarif menyebut sebelum Al-Syaibani, sudah ada dua ulama fakih menteorikan tenang fikih jihad, pertama Amir bin Syarahil Al-Sya`biy (w. 721), kedua Sufyan Al-Tsaury (w. 778). Sama seperti Al-Syaibani, kedua-duanya berasal dari Kufa. Sayangnya Al-Sya`by dan Al-Tsaury tidak dikenang lantaran buah karya mereka hilang di peredaran.&lt;br /&gt;Sebetulnya, Imam Abdurrahman Al-Auza`ie (707-774 M) yang hidup pada masa dinasti Bani Umayyah sudah sangat eksplorasif membahas jihad. Al-Auza`ie memandang hukum jihad di masa nabi fardlu ain, namun selepas nabi wafat berubah menjadi fardl kifayah. Seorang alim kelahiran Ba`labak ini membolehkan prajurit Islam membunuh anak-anak orang kafir dan para wanita ketika mereka terlibat perang dengan umat Islam.&lt;br /&gt;Namun akidah jihad di Hijaz tidak seramai diperbincangkan seperti di Syam dan Iraq sebelumnya. Ulama-ulama Hijaz bersifat terbatas menkaji fikih jihad. Kendati para ulama seperti Atha bin Abi Rabah, Amru bin Dinar, Ibn Jarih dan lain sama-sama mewajibkan hukum jihad, tetap saja jihad ofensif diharamkan.&lt;br /&gt;Imam Malik bin Anas (w. 795 M/179 H) dalam kitab Al-Muwatha’ mengatakan jihad diwajibkan bagi kaum muslimin yang mampu. Dalilnya diriwayatkan Abdullah bin Umar: ketika Rasulullah membaiat kita, kita (para sahabat) selalu mendengar dan mematuhi. Rasulullah berkata: (lakukan) sepanjang kamu bisa. Menurut Imam Malik, jihad pun diwajibkan sepanjang umat Islam bisa melakukannya.&lt;br /&gt;Imam Malik menegaskan pula seorang mujahid diwajibkan mematuhi etika berperang. Selaras anjuran Rasulullah dalam hadis yang diriwayatkan Umar bin Abdul Aziz, jika Rasul mengutus sahabat berperang beliau berkata: “Berperanglah atas nama Allah dan di jalan-Nya, berperanglah terhadap orang yang inkar, jangan berlebih-lebihan, jangan berpaling langkah dan jangan sekali-kali membunuh anak kecil.”&lt;br /&gt;Secara keseluruhan para ulama Hijaz berpendapat jihad merupakan kewajiban umat Islam. Alasan diwajibkannya jihad jika umat Islam terancam invansi musuh. Jika musuh tidak menyerang, kewajiban jihad pun bisa dianggap gugur.&lt;br /&gt;Ulama beken Islam lain yang tak kalah penting memberi sumbangsi kajian jihad adalah Muhammad bin Idris Al-Syafie (767-820 M). Kecerdasan Imam Syafie tak tertandingi, Imam Ibn Hambal menyebutnya orang paling paham isi Al-Qur’an dan hadis nabi.&lt;br /&gt;Di tangan Imam Syafie hukum-hukum jihad menjadi lebih sistematis. Jihad dikaji secara mendasar lewat karya Al-Risalah. Dan secara khusus perhatian terhadap fikih jihad semakin dimatangkan dalam buku Al-Umm.&lt;br /&gt;Menurutnya, pada awal Islam di Makkah jihad tidak diizinkan mengingat kekuatan umat Islam minority, kemudian setelah hijrah hukum jihad beruba mubah. Ketika umat Islam kuat, jihad beralih menjadi wajib.&lt;br /&gt;Imam Syafie mendasarkan pandangannya pada ayat Al-Qur’an surah Al-Baqarah ayat 216. Dari ayat itu disarikan hukum jihad adalah wajib, namun menurut Imam Syafi’e wajib di sini adalah wajib kifayah.&lt;br /&gt;Yang menarik di sini bahwa Imam Syafie mewajibkan jihad karena alasan akidah, iman. Berbeda dengan ulama Hijaz sebelumnya, ulama Hijaz berpandangan wajjib jihad jika umat Islam diserangan musuh.&lt;br /&gt;Ketika menjelaskan arti wajib kifayah, Imam Syafie mengurai kewajiban itu berlaku untuk umat Islam. Menurutnya umat Islam harus berjihad dengan sekuat tenaga sampai para penyembah berhala masuk Islam dan para ahli kitab membayar jizyah.&lt;br /&gt;Alasan akidah menjadi penentu. Jihad bagi Imam Syafie adalah wujud dari perlawanan sekaligus ajang untuk mengenalkan akidah Islam kepada penganut agama-agama lain.&lt;br /&gt;Adapun dalil penguatnya ada di Al-Qur’an surah Al-Taubah ayat 33, Dia lah (Allah) yang mengutus Rasul-Nya dengan petunjuk dan agama yang benar agar diperlihatkan atas agama seluruhnya kendati orang-orang musyrik membencinya.&lt;br /&gt;Setelah Imam Syafie, datang kemudian Syaikh Taqiyuddin Ahmad bin Abdul Halim bin Taymiyah (1263-1328 M.) yang berperan besar menguatkan ideologi jihad. Tak sekedar teori, Ibn Taymiyah menganggap jihad menjadi wajib amali untuk merespon ancaman pasukan Salib dan serangan pasukan barbar Mongol.&lt;br /&gt;Ulama pengikut mazhab Hanbali ini dikenal literalis. Akidah jihad Ibn Taymiyah berpengaruh besar mengilhami ruh jihad pada tubuh ideologi-ideologi Islam pergerakan atau Islam Politik atau Politik Islam di abad ke-20.&lt;br /&gt;Ibn Taymiyah menganggap jihad sebagai kewajiban esensial agama Islam. Dijelaskan dalam Al-Qur’an keutamaan jihad melebihi ibadah-ibadah fardlu lain, sebab jihad cermin ketaatan seorang hambah kepada Tuhannya, ikhlas, tawakkal, menyerahkan nyawa, harta dan sebagainya.&lt;br /&gt;Menurut Ibn Taymiyah, jihad akan selalu diridhai Allah. Ketika berjihad di jalan Allah, mujahid hanya memiliki dua kebaikan: antara menang bertempur dan berjaya atau mati dan masuk surga.&lt;br /&gt;Ibn Taymiyah menyadari kepemimpinan dalam umat itu penting. Pemimpin ditujukan untuk menjamin kekompakan terlebih ketika umat Islam diserang musuh. Karenanya ia memandatkan wajib jihad di bawah komando seorang kepala negara.&lt;br /&gt;Jihad berkeharusan membunuh siapa saja yang menghalang-halangi dakwah Islam. Menurutnya itu sesuai perintah maksud ayat yang memerintahkan agar umat Islam memperlihatkan kepada seluruh manusia bahwa Islam agama Allah dan kalimat Allah tetap yang teratas (ulya).&lt;br /&gt;Meski demikian, Ibn Taymiyah sepakat ijma’ jumhur tentang diharamkannya tentara Islam membunuh golongan orang yang bukan wajib diperangi seperti wanita, anak-anak, orang tua, rahib dan lain.&lt;br /&gt;Seperti Imam Syafie, Ibn Taymiyah juga mewajibkan ahli kitab dan majusi untuk diperangi sampai mereka masuk Islam atau membayar jizyah.&lt;br /&gt;Ibn Taymiyah membagi jihad menjadi dua bagian. Pertama, jihad permulaan atau membunuh dengan pilihan. Kedua, jihad bertahan atau membunuh dengan keterpaksaan.&lt;br /&gt;Jihad model pertama ditujukan untuk menarik simpatisan orang terhadap Islam, mengangkat kalimat Islam sekaligus bertujuan untuk menakut-nakuti musuh Islam. Hukum jihad ini fardl kifayah. Adapun jihad model kedua bertujuan untuk menjaga agama, kehormatan dan melindungi jiwa raga umat Islam. Hukum yang kedua ini fardl ain.&lt;br /&gt;Pada abad ke-19 ideologi jihad memainkan peran yang sangat penting ketika umat Islam berjuang membendung perluasan kaum imperialis Eropa yang menjajah tanah air mereka.&lt;br /&gt;Gerakan pembebasan di negara-negara Islam seperti gerakan Amir Abdul Qadir di Al-Jazaer, Sanusia di Libiya, Ahmad Arabi di Mesir menjadikan jihad simbol akidah perlawanan.&lt;br /&gt;Para reformis muslim pun ikut mewacanakan jihad, namun reformis tak terlalu mengebuh menkaji fikih jihad seperti ulama-ulama klasik sebelumnya. Umumnya mereka menkritisi pemahaman jihad abad pertengahan Islam yang kurang sejalan dengan nafas kehidupan dan tantangan zaman yang dihadapi umat Islam.&lt;br /&gt;Sayyid Ahmad Khan di India misalnya menolak penentuan pilihan ahli fikih klasik antara jihad dan hijrah saat tanah umat Islam diduduki orang kafir.&lt;br /&gt;Ahmad Khan mengharamkan dua pilihan tersebut. Jihad membunuh juga dilarang, sebab bukan bagian dari saripati ajaran Islam. Menurutnya ajaran Islam sejati adalah kedamaian bukan melakukan aksi destruktif membunuh. Jihad membunuh boleh dilakukan dalam kondisi sangat terpaksa sekali.&lt;br /&gt;Sebagai pembaharu, titik tolak pemikiran Gamaluddin Al-Afghani (1839-1897) menyakini manusia di dunia diikat oleh satu tali persaudaraan kemanusiaan, sedang tanah airnya adalah bumi, karenanya ia mengajak ketiga agama samawi untuk bersatu membela perdamaian.&lt;br /&gt;Demi menjunjung perdamaian, Afghani mencela para penyeru perang, siapa lagi kalau bukan para penjajah. Menurutnya mereka lah yang menyebabkan darah tercecer dan matinya anak manusia.&lt;br /&gt;Para penjajah berperang demi mengais harta, membudak manusia atas nama negara untuk mencaplok negara lain. Tujuan keji ini sangat dicela Afghani.&lt;br /&gt;Kemudian ia menyeru umat manusia di penjuru dunia untuk hidup dalam kedamaian dan meninggalkan perang. Afghani juga mengajak bahwa hal-hal berkaitan meletupnya perang dimohon untuk ditinggalkan.&lt;br /&gt;Ajaran Islam melarang menumpahkan darah seperti perang, sebaliknya Islam memerintahkan berlaku damai kepada sesama manusia. Afghani membedahkan antara perang ketika di masa nabi dan perang yang dikobarkan mujahidin melawan imperialisme Barat sekarang.&lt;br /&gt;Menurutnya, jihad perang nabi hanya dilakukan dalam kondisi sangat terpaksa. Melalui prisip dakwah Islam, nabi mengajak dengan hikmah, mauidah hasanah, namun respon kaum Quraysh Makkah sangat terlalu, sampai mengencet, menyiksa bahkan membunuh secara sadis. Baru kemudian atas perintah nabi, umat Islam melakukan perlawanan defensif atau jihad bertahan.&lt;br /&gt;Islam melarang penganutnya menumpahkan darah. Adapun kasus ahli kitab diberi pilihan antara masuk Islam atau membayar jizyah sejatinya dimaksudkan, bahwa sedari awal Islam hendak menghindari jauh-jauh terjadinya pertumpahan darah.&lt;br /&gt;Membayar jizyah jalan terbaik jika ahli kitab enggan masuk Islam. Jizyah adalah tebusan dan jaminan bagi keselamatan hidup mereka selama dalam kekuasaan penguasa Islam.&lt;br /&gt;Sejalan dengan gurunya Afghani, Imam Muhammad Abduh (1849- 905) mengimani ajaran Islam harus dijauhkan dari tragedi perang dan pertumpahan darah.&lt;br /&gt;Sebagai pembaharu besar yang inspiring di akhir abad ke-19 dan awal abad ke-20, Abduh mengharap dakwah Islam ke depan harus lebih rasional. Hujjah dan bukti amat diperlukan, sedang pedang dan perang harus disisikan.&lt;br /&gt;Abduh pelopor salafisme rasional. Reformasi keagamaan Islam menurutnya dimulai dari memahami arti hakiki ajaran Islam dengan kembali mendalami praktek Islam sebelum muncul khilaf dan perbedaan.&lt;br /&gt;Abduh yang percaya Islam sesuai dengan landasan hidup masyarakat modern menekankan perlunya umat Islam mengadopsi capaian peradaban modern Barat untuk memenuhi tuntutan hidup masa kini.&lt;br /&gt;Dengan begitu, menurut Abduh, reformasi keagamaan dapat ditempuh. Itulah visi reformasi kebangkitan, melawan kemunduran, menegakkan ajaran Islam yang bersesuaian dengan semangat modernitas.&lt;br /&gt;Dalam konteks ini salafisme rasional Muhammmad Abduh berbeda dengan salafisme Wahabi yang giat kembali ke masa lalu tapi terputus dengan kebutuhan hidup zaman sekarang.&lt;br /&gt;Tentang fikih jihad, Abduh membedahkan antara jihad dengan arti yang orisinil dan jihad bermakna perang membunuh, “qital”. Menurut Abduh, jihad harus diartikan wujud usaha kesungguh-sungguhan seperti dijelaskan dalam Al-Qur’an surat Al-Baqarah ayat 216. Abduh terang-terangan menolak jihad bermakna perang atau membunuh.&lt;br /&gt;Adapun jihad bermakna perang bagi Abduh hukumnya fadl kifayah. Ia menjelaskan perang di zaman nabi pun tidak murni urusan akidah, tapi lebih menjurus ke politik. Menurutnya, umat Islam diwajibkan berperang hanya dalam posisi defensif.&lt;br /&gt;Abduh menolak tuduan pemikir sekular Mesir Farah Anton melihat ajaran Islam dipenuhi kekerasan dengan dalih disyariatkannya jihad berperang atau membunuh.&lt;br /&gt;Menurutnya, tanggapan Anton itu salah memahami Islam. Jelas Al-Qur’an menaruh toleransi tingkat tinggi kepada penganut agama lain. Perang diwajibkan hanya ketika umat Islam mendapat perlakuan dzalim atau dalam posisi teraniaya.&lt;br /&gt;Pandangan Rasyid Ridha (1865-1935) tentang jihad hampir selaras dengan pendapat gurunya Muhammad Abduh. Antara Ridha dan Abduh menyakini jihad dalam Islam adalah upaya perlawanan untuk mempertahankan diri.&lt;br /&gt;Namun pada paruh kedua abad ke-20, Rasyid Ridha melenceng dari garis pemikiran Abduh. Perubahan mendasar pada pemikiran Ridha bermula sejak Italia menyerang Tripoli Barat, Libiya, pada tahun 1911. Kemudian Ridha semakin benci Barat setelah melihat perkembangan politik Turki yang menjurus ke sistem sekular.&lt;br /&gt;Penjajahan Barat terhadap wilayah Timur menjadi biang dari permasalahan Timur. Menurut Ridha, penjajahan itu berpotensi meretak kesatuan umat Islam, memecah kedaulatan negara muslim.&lt;br /&gt;Serangan penjajah Barat waktu itu sudah melebar, sampai mencaplok wilayah Timur-Islam seperti Prancis yang sukses menjajah wilayah Maghrib. Yang dikhawatirkan Ridha, di musim penjajahan, negara muslim pun tak luput dari obyek santapan para misionaris.&lt;br /&gt;Di Al-Jazaer dan di pulau Jawa Indonesia, misionaris asal Belanda, Rusia dan Prancis gencar menkristenkan akidah umat Islam. Oleh karenanya, Ridha memandang perlu didirikan persatuan umat Islam agar saling bahu membahu mempertahankan keutuhan wilayah Islam dari praktek penjajahan para imperialis dan misionaris.&lt;br /&gt;Di satu waktu Ridha yang mendukung khilafah Islamiyah juga semakin keras menkritik pemikiran Ali Abdurraziq. Menurutnya buku kontroversial “Al-Islam wa Ushul Al-Hukm” tak ubahnya tak-tik menghancurkan syariat Islam. Penulisnya dianggap musuh paling membahayakan di antara musuh-musuh Islam.&lt;br /&gt;Dalam artikel yang dimuat di majalah Al-Manar edisi Desember 1926, Ridha menuduh Ali Abdurraziq murtad. Ide pemikiran sekular Abdurraziq dianggap virus. Menurutnya umat Islam Mesir terancam terkontaminasi kebejatan budaya Eropa jika sampai membaca buku itu.&lt;br /&gt;Tanggapan ini tentunya berlebih-lebihan sekaligus petanda keterbelakangan capaian intelektualitas Rasyid Ridha. Sebagai guru, Abduh dan Al-Afghani jelas tak pernah mengajarkan murid-muridnya mengakafirkan sesama muslim.&lt;br /&gt;Sejak paruh kedua abad ke-20 Ridha membuka kampanye anti sekularisme. Saat Mustafa Kemal Atatürk (1881-1938) mebuang sistem khilafah Islamiyah di Turki, kampanye itu semakin dipertajam. Ridha kemudian meluaskan kampanyenya di belahan negara-negara muslim.&lt;br /&gt;Untuk di Mesir, Ridha menkritik habis-habisan para pemikir progresif yang dituduh kebarat-baratan. Mereka dianggap merusak Islam dari dalam. Ridha juga memandang perlu membentuk jihad baru untuk menjegal pemikiran yang merongrong ajaran internal Islam.&lt;br /&gt;Menurutnya, jihad melawan kafir di luar lebih mudah daripada membasmi musuh Islam dari dalam. Para pemikir sekular diakui Ridha lebih berat dihadapi terkait karena mereka masuk deretan orang yang dipersenjatai dengan argumen-argumen melemahkan.&lt;br /&gt;Bukan hanya itu, mereka juga kuat sekaligus bebal kritik. Para pemikir sekular sudah kelewat membangkang dan sangat membangkang sekali. Mereka tak takut lagi dengan institusi Al-Azhar dan yayasan-yayasan keagamaan sejenisnya. Disebut-sebut pembangkangan ini kalau terus dibiarkan akan berakibat fatal. Penyesatan umat pun sudah di ambang pintu.&lt;br /&gt;Ridha menuduh sesat banyak pemikir Mesir yang mengagumi nalar pencerahan Eropa seperti Salama Musa yang dituduh penebar kekafiran, Muhammad Husein Haykal dituduh penyeruh peradaban tanpa agama, sampai Ahmad Amien pun tak lepas dari celaan terpengaruh budaya Barat.&lt;br /&gt;Kesesatan lebih besar yang tak tertandingi ditujukan Ridha kepada alumnus Sorbone Toha Husain, khususnya setelah menerbitkan buku “Fi Al-Syi’r Al-Jahili” yang kontroversial dan dicela banyak ulama Mesir.&lt;br /&gt;Menurutnya buku Toha Husein bentuk penipuan, membodohi Al-Qur’an, Rasulullah dan para ulama-ulama Islam salaf. Ridha mencibir Toha Husein karena lebih terpikat metode cetusan Barat yang kafir daripada khazanah Islam.&lt;br /&gt;Ridha menilai Toha Husein hanya mengekor pemikiran filsuf-filsuf Barat yang tidak ada kaitannya dengan keimanan dalam Islam. Padahal keimanan Islam menurut Ridha harus dengan keyakinan bukan atas dasar burhan apalagi sampai bersandar filsuf Barat. Oleh Ridha, penelitihan Toha Husein dianggap tidak sah.&lt;br /&gt;Kasus itu menjadi bukti bahwa seorang Rasyid Ridha telah keluar dari garis rasio. Padahal Al-Afghani dari awal sudah mewanti-wanti bahwa iman sejati Islam harus dibangun atas dasar akal, tidak dengan dogma atau keyakinan buta.&lt;br /&gt;Jika Abduh masih hidup, ia akan kaget dengan perubahan intelektual muridnya Rasyid Ridha. Betapa perubahan drastis pemikiran ulama kelahiran Suriah ini mengagetkan.&lt;br /&gt;Imam Muhammad Abduh memperingatkan bahwa salah satu asas Islam terpenting adalah menjauhkan dari klaim pengkafiran. Tidak sah keulamaan seorang muslim jika sampai menfatwah kafir saudara muslim lain.&lt;br /&gt;Adapun Ridha sudah menyimpang dari ajaran gurunya. Bahkan sudah berani menuduh kafir pemikir-pemikir progresif Mesir. Selepas Abduh meninggal, Ridha mengurang ketajaman berpikirnya dan melemah rasionalitas keimanannya.&lt;br /&gt;Untuk menghadapi ancaman budaya Eropa dan membendung pemikiran sekular dari dalam, Ridha memandang perlu didirikan yayasan Islam bertujuan untuk menasehati dan membimbing umat Islam.&lt;br /&gt;Pada tahun 1927 Ridha menyambut hangat berdirinya Perkumpulan Pemuda Muslim. Ia pun sangat antusias berharap ke depan organisasi ini mampu membendung wabah kekafiran di tubuh umat. Tentu Ridha menunjuk kekafiran terhadap isu pembaharuhan Islam.&lt;br /&gt;Pada tahun 1927, Hasan Al-Banna lulus di Dar Ulum Kairo kemudian menjadi pengajar di Ismailiyah. Di tahun berikutnya 1928 bersama 6 kawan-kawannya, Al-Banna mendirikan organisasi Ikhwanul Muslimin.&lt;br /&gt;Ketika Ikhwanul Muslimin berdiri disebut sebagai babak baru berdinamikanya Islam Politik atau Politik Islam di dunia Arab Islam. Berdirinya Ikhwanul Muslimin juga dipandang sebagai era lahirnya ideologi Islam Pergerakan. Dan dalam beberapa waktu sangat singkat, organisasi Ikhwanul Muslimin sudah menetaskan keturunan di negara-negara Islam.&lt;br /&gt;Pemikiran Ridha di tangan Al-Banna segera diaplikasikan, dimasukkan dalam sistem keorganisasian Ikhwan. Al-Banna memang terpengaruh berat pemikiran Ridha. Bahkan sejak awal Al-Banna tekun mengoleksi dan membaca tulisan-tulisan Ridha di Al-Manar.&lt;br /&gt;Pada tahun 1932 Al-Banna pindah ke Cairo. Begitu di Cairo ia langsung dakwah berkeliling. Al-Banna berdakwah sambil menyebarkan majalah mingguan Ikhwanul Muslimin dan majalah Al-Nadhir. Al-Banna menempuh publikasi besar-besar dengan harapan kelak organisasi Ikhwan mampu mendunia.&lt;br /&gt;Sejak didirikan organisasi Ikhwan, jihad adalah ideologi andalan. Sebagai bukti pada tahun 1936 para anggota Ikhwan mendukung revolusi Palestina. Ketika perang meletus tahun 1948, sudah tak teritung lagi relawan Ikhwan turut membantu perjuangan muslim Palestina.&lt;br /&gt;Di mata Al-Banna, peradaban Barat dilihat kurang klop terhadap nilai-nilai Islam. Budaya Barat hanya menonjol di kekufuran, ingkar kepada Tuhan, atheis, semerawut, dzalim dan menyimpan keburukan lainya.&lt;br /&gt;Berbeda dengan pandanggan para reformis Islam di zaman Afghani dan Abduh. Para reformis melihat Barat dari sisi positif dan sisi negatif sekaligus.&lt;br /&gt;Sisi positif sebab Barat adalah peradaban akal, pencerahan, memihak kebebasan, berkeadilan, dan cinta bekerja keras. Adapun sisi negatifnya sebab Barat pelopor gerakan imprealisme.&lt;br /&gt;Pada zaman Al-Banna kemunduran Islam semakin parah. Jangan diharap lagi pemikiran reformasi keagamaan Islam Afghani dan Abduh akan diteruskan. Alih-alih ideologi konservatisme mengakar bahkan mengurita di lapisan bawah.&lt;br /&gt;Hadis nabi yang menerangkan jihad besar melawan hawa nafsu lebih utama daripada jihad kecil perang melawan musuh menurutnya diriwayatkan sanad yang lemah. Sikap Al-Banna tetap memandang jihad melawan musuh itu penting. Menurutnya, posisi hadis tak sampai melemahkan mujahidin yang berperang di jalan Allah.&lt;br /&gt;Melalui organisasi Ikhwanul Muslimin, berkali-kali Al-Banna menyeru jihad di zaman sekarang menjadi kewajiban tak terelakkan. Jihad adalah kewajiban dan sangat penting ditegakkan. Hanya dengan mengobarkan jihad, umat Islam mampu melawan penjajahan, baik untuk membela negara maupun kehormatannya.&lt;br /&gt;Pemikiran Rasyid Ridha membawa perubahan drastis dalam intelektualitas Islam. Konservatisme Ridha berhasil gemilang menginspirasi gerakan Islam Politik atau Politik Islam di dunia Arab, sampai kemudian muncul perwajahan muslim ekstrem paling keras dari para fundamentalis di Afghanistan.&lt;br /&gt;Munculnya Ikhwanul Muslimin di Mesir dan Jamaah Islamiyah di Pakistan bukti yang tak bisa dibantah bahwa ideologi mereka bentuk estafeta atau perpanjangan tangan dari pemikiran Rasyid Ridha yang telah membelot dari iman rasionalitas.&lt;br /&gt;Betul jika sebagian kalangan menyebut munculnya kedua organisasi tersebut adalah imbas gagalnya reformasi pembaharuan yang semula digagas cemerlang oleh Gamaluddin Al-Afghani dan Muhammad Abduh.&lt;br /&gt;Dalam perkembangannya, pemikiran-pemikiran jihad Hasan Al-Banna, Abu A’la Al-Maududi, Sayyid Qutb dan Ali Syariati berdampak besar mewarnai ideologi Islam Politik. Pemikiran mereka saling sabung menyambung. Di tangan mereka Jihad pun berubah kakuh. Perbedaan antara jihad dalam arti defensif dan jihad dalam arti ofensif tak lagi diguguh.&lt;br /&gt;Perkembangan memilukan Islam Politik terkait ketika mereka melihat Islam agama paling benar. Keyakinan tersebut didaulat baku dan dianggap selesai. Melalui fikih jihad, ideologisasi pun dilakukan.&lt;br /&gt;Jihad didesain semacam dedikasi membela Islam sampai titik darah penghabisan. Bahkan jika perlu ditempuh dengan jalur perlawanan berdarah-darah mereka tak segan melakukannya. Logis kenapa akhir-akhir ini banyak sekali beredar pelaku martir meledakkan diri.&lt;br /&gt;Memang terlalu fanatik Islam menimbulkan sikap eksklusivisme tidak sehat. Wajar bila pengikut Islam Politik terpatri dogma bahwa di luar Islam tidak ada agama benar. Jika terlalu ekstrem perbedaan agama sebagai wujud dari sunnatullah bisa terancam diberangus.&lt;br /&gt;Melalui fikih jihad yang dipolitisir, Islam Politik, Politik Islam, atau Islam pergerakan memaksa akidah jihad membenarkan tindakan pembunuhan. Mungkin dalam benak mereka membunuh dengan alasan jihad dapat disahkan agama.&lt;br /&gt;Sebagian besar mujahidin di Afghanistan mendapat suplai ideologi jihad dari buku-buku Ikhwanul Muslimin dan Jamaah Islamiyah yang dipenuhi ajaran ketertutupan. Begitu pun para mujahidin di Pakistan, ideologi jihad radikal mereka peroleh dari hasil terjemahan karya-karya bombastis Sayyed Qutb.&lt;br /&gt;Meski sama konservatifnya dengan Al-Banna, Qutb sangat keras. Misalnya ia tak menolerir paham apapun yang berasal dari Barat, bahkan tak ragu menyebut pemikiran Barat kafir.&lt;br /&gt;Menurut Qutb, selain khazanah murni Islam, budaya dan paham lain dikatagorikan fasiq dan memusuhi Islam. Itulah bentuk kejahiliahan abad modern, melebihi kejahiliahan sebelum Islam datang.&lt;br /&gt;Di Iran representasi Sayyid Qutb menjelma pada sosok Ali Syariati. Dua-duanya masih satu keturunan dari sisi pemahaman, keduanya juga sekarang simbol dari kampium konservatisme Islam abad modern. Bedanya Qutb mewakili Islam mainstrem sunni sedang Syariati mewakili Islam mainstrem syiah.&lt;br /&gt;Di dunia Islam pengaruh konservatisme Qutb dan Syariati melebar luas. Kalangan mencemaskan, ideologi jihad kedua intelektual muslim ini lagi ngetren-ngetrennya dirujuk ekstremis kanan. Fakta di lapangan menunjuk pula bahwa mujahidin Afghanistan paling favorit dengan akidah mati syahid ala Qutb dan Syariati.&lt;br /&gt;Prestasi gemilang Ali Syariati ditoreh ketika mampu meledakkan revolusi Iran pada tahun 1979. Meski berperan di balik layar, nama Syariati tersohor sebagai penggerak ideologi yang membakar api revolusi syiah Iran. Tanpa peran Syarati, revolusi tak bakal sedramatisir itu terjadi.&lt;br /&gt;Menurut Khafar, pemuda-pemuda Palestina menyerap ideologi jihad dan konsep mati syahid ala Syariati melalui Hizbullah di Lebanon. Lewat Hezbullah ideologi itu sukses melesak ke Palestina. Di tanah Palestina ideologi keras jihad kemudian dijajakan. Kini jihad menemani perjuangan kaum muslimin dari siang sampai petang.&lt;br /&gt;Dalam buku Al-Jihad, Gamal Al-Banna berpandangan ulama fikih klasik paling bertanggung jawab menyangkut tersebarnya jihad dengan pengertian ekstrem membunuh. Namun, menurut Gamal juga, itu wajar terjadi berdasar faktor sosio-politik yang berkembang ketika ahli fikih hidup. Bisa ditolerir, kondisi saat itu perang dahsyat merajalela.&lt;br /&gt;Zaman ahli fikih menkodifikasi kajian jihad berbarengan dengan nafsu berperang. Sesuai agenda penyebaran Islam, penguasa muslim menaklukkan beberapa wilayah demi perluasan dan kejayaan kedaulatanya.&lt;br /&gt;Imam Syafie melihat jihad membunuh ditujukan kepada orang kafir. Menurutnya, alasan jihad membunuh berangkat atas dasar perbedaan keyakinan. Jelas jihad di sini disyariatkan membunuh karena alasan berlainan iman.&lt;br /&gt;Ibn Taymiyah yang hidup di masa kecamuk perang Salib dan serangan tentara Tartar Mongol, sudah pasti mendesain fikih jihad tak jauh dari pemahaman jihad menyerang atau membunuh. Kondisi peperangan rentan membentuk pengetahuan.&lt;br /&gt;Pada perkembangannya, jihad bunuh diri yang diklaim sebagai kesyahidan kembali memanas sejak Al-Qaedah didirikan di Afghanistan. Pemahaman jihad pun beruba radikal.&lt;br /&gt;Organisasi militan ini mendapat ide penggerak dari pemikiran konservatisme yang dirintis mulai Rasyid Ridha dan diteruskan kemudian disistematisasikan secara rapi oleh Ikhwanul Muslimin di Mesir dan Jamaah Islamiyah di Pakistan.&lt;br /&gt;Gagalnya proyek pembaharuan diusung Gamaluddin Al-Afghani dan Muhammad Abduh di tangan Rasyid Ridha disebut pemicu menjalarnya ideologi jihad ekstrem. Di abad modern ini, fundamentalisme baik yang ekstrem di Afghanistan maupun penganut ideologi Islam Politik, kerap mengasosiasikan jihad dengan membunuh.&lt;br /&gt;Sekarang ada kewajiban jihad harus diselamatkan dari penyelewengan. Jihad ofensif yang berkembang saat ini hanya menyematkan wajah umat Islam yang bringasan, dipenuhi nafsu membunuh dan haus darah.&lt;br /&gt;Meski tidak sepenuhnya solusi penulis ini benar bahwa menepis tuduhan terrorisme Islam bisa kita lakukan dengan mengajarkan makna jihad secara benar. Minimalnya, kita tak mengajarkan kebodohan bagi generasi Islam yang akan datang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4060275632764774323-14756902520812402?l=serepih.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://serepih.blogspot.com/feeds/14756902520812402/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://serepih.blogspot.com/2010/03/penyelewengan-makna-jihad.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4060275632764774323/posts/default/14756902520812402'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4060275632764774323/posts/default/14756902520812402'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://serepih.blogspot.com/2010/03/penyelewengan-makna-jihad.html' title='Penyelewengan Makna Jihad'/><author><name>Muhammad Falikh Siddik</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06820504698161400563</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_wlA-5SNFx8w/TGYsB6Nub1I/AAAAAAAAAFM/ECzIQ5epw64/S220/IMG_2409.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4060275632764774323.post-7803083134135769760</id><published>2009-10-24T20:39:00.000-07:00</published><updated>2010-08-13T20:44:44.657-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Wacana'/><title type='text'>Neo-Salafisme Wahabi: Ironi Teologi dan Pendangkalan Islam</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;Oleh : Mukti Ali&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;(Penulis masih tingkat akhir Akidah-Filsafat, Ushuluddin, Univ. Al-Azhar Kairo)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;   &lt;/span&gt;Awalnya Wahabi adalah sebuah gerakan dakwah, yang diusung oleh Muhammad bin Abdul al-Wahab, seorang Baduwi Najd. Setelah mendapatkan dukungan politik dari Ibnu Sa’ud, seorang politikus handal, Muhammad bin Abdul al-Wahab bersekongkol dengannya membentuk arus oposisi menentang kekuasaan Dinasti Ottoman. Targetnya adalah mewujudkan mimpi terbentuknya kekuasaan independen, yang mengusung ideologi Islam yang bercita-rasa literalis, berorientasi ke belakang (semakin ke belakang mendekati zaman Nabi dianggap semakin murni?), dan mengkebiri cara berfikir religius yang substansial dan multi-dimensional: mencemooh filsafat, mantik dan tasawuf.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Wahabi telah menitik tekankan pada aspek teologi (tauhid) sebagai arena atau wilayah “pemurnian”. Ada pembengkakan wilayah teologi yang diupayakannya. Wahabi berasumsi bahwa ani-tesa tauhid adalah musyrik. Dan musyrik dibagi menjadi dua, yaitu syirik kecil dan besar. Syirik besar bersifat jahri (jelas) adalah sikap yang berlebihan terhadap selain Tuhan, dimana sikap itu sejatinya hanya layak dipersembahkan untuk Tuhan. Jika sikap itu dilakukan, kata Wahabi, maka terejawantahkannya pemberhalaan (tawtsien). Ziarah dan tawashul terhadap kuburan Nabi, para sahabat dan orang-orang salih, sikap memuliakan batu atau sampah, dan mencintai orang-orang salih dianggap oleh Wahabi adalah sikap yang “berlebihan”, karena itu sebagai wujud pemberhalaan. Pandangan ini akan berimplikasi mensejajarkan Nabi dan orang salih dengan batu atau sampah, yang sama-sama tidak boleh disikapi secara berlebihan, lantaran dianggap sama-sama bukan Tuhan.&lt;br /&gt;Kita tahu bahwa sikap “berlebihan” adalah masalah yang sangat relatif dan kondisional. Terbukti, betapa hidup keseharian adalah cermin bagi kita untuk mengaca diri, betapa kita telah membeda-bedakan cara penyikapan terhadap sekian banyak jenis manusia. Para orang bijak jaman kuno sudah lama mengingatkan kita akan perlunya sikap adil: meletakkan sesuatu (atau manusia) pada tempatnya. Kata Aristoteles dalam Ethica Nicomachea-nya: “Sikap egaliter (musawa) tidak selamanya cerminan dari sikap adil. Adil adalah sikap proporsional, bukan egalitarianisme total”. Kebutuhan seorang mahasiswa berbeda dengan seorang siswa SD, SMP dan seterusnya. Menghadap ke presiden akan berbeda dengan menghadapi wong cilik. Perbedaan adalah wajar untuk mewujudkan rasa adil. Tapi bukan berarti berbeda. Wahabi, yang menyamakan Nabi dan orang salih dengan batu atau sampah, yang dianggap sama-sama makhluknya, kiranya tak tepat mengartikan makna adil.&lt;br /&gt;Islam idealis dengan patokan teologi rigid yang diandaikan Wahabi menjadikannya sebagai sekelompok Serigala berbulu Domba: menawarkan ke-beradaban dengan cara-cara yang “biadab”. Menyergap kelompok yang lain dan yang berbeda. Nyatanya, setelah gerakan oposan Wahabi mendapatkan bekingan dari Inggris, mereka berhasil memisahkan diri dari Dinasti Ottoman, dan kisah pembantaian terhadap sesama Muslim dimulai. Mekah yang begitu suci dijadikan tempat jagal penyembelihan orang-orang Muslim, yang dianggap sebagai pelaku bid’ah. Wahabi merasa tidak puas menghabisi orang-orang Muslim di kandangnya sendiri (baca; Jazirah Arab), akhirnya Wahabi pun menyembelih orang-orang Muslim Syi’ah di Karbala. &lt;br /&gt;Jargon pemurnian Islam yang diusung Wahabi menjadi ironi. Lantaran sejatinya mereka bukan memurnikan Islam, tapi mengeringkan Islam. Mendesain Islam sebentuk jalan setapak dan sempit. Sejenis cara berfikir identitas, yang memberikan ukuran-ukuran pasti dan sekematisasi kaku. Siapa pun harus dibentuk, tidak bisa membentuk. Jika sekema itu berbentuk kotak, maka dia harus menjadi kotak. Islam ditonjolkan dalam militansi kesalihan-formalis: bercelana di atas mata kaki, berjenggot, becadar, dll. Hanya dengan itu pula identitas Wahabi dimanifestasikan. Dada kita akan semakin sesak jika kita melihat betapa Wahabi menselaraskan agama dan pemikiran keagamaan. Lantaran Wahabi tak memberikan sedikit pun hak akal dan intuisi untuk didayagunakan dalam bergumul dengan agama. Sementara kita tahu, bahwa pemikiran keagamaan adalah produk ijtihadi penalaran manusia hasil pergumulan dengan agama dan realita. Pemikiran keagamaan akhirnya akan selamanya majemuk. &lt;br /&gt;Wacana teologi yang diusung Wahabi adalah sejenis wacana yang absen dari percaturan ilmiah, dengan mengembalikannya ke dalam wacana “religius murni” yang bertumpu pada makna literalisme teks-teks primer agama (Quran&amp;amp;hadits), yang bersifat univositas. Bahasa metafor (majaz) adalah barang haram. Berteologi dengan berfikir atau penghayatan-intuitif adalah tindakan kriminal! Syahdan, Wahabi dalam menyikapi ayat-ayat ketuhanan pun tetap berpegang pada makna literalisnya. Yadu-Allah, semisal, diartikan bahwa Tuhan mempunyai tangan, seperti pendapatnya para salaf al-salih, demikian Wahabi berkata. Sejatinya nama besar dan harum “salaf al-salih” di sini sedang dijual sebagai alat legitimasinya. Terbukti, para salaf al-salih dalam menyikapi ayat-ayat ketuhanan, semisal Yadu-Allah, dengan tanpa menentukan makna, dan menyerahkan maknanya kepada Allah. Wa-llahu A’lam. Sementara kita tahu bahwa Wahabi telah menentukan makna literalisnya, dan terperosok ke dalam tajsiem (mempersonifikasi Tuhan yang berjasad). Pengakuan Wahabi sebagai madzhab salaf menjadi musykil. Bahkan, wacana teologi ala Wahabi yang hendak mensakralkan Tuhan, tapi berujung pada desakralisasi Tuhan, bisa jadi akan membawa pada agnostisisme. &lt;br /&gt;Prinsip Wahabi ini tak selaras dengan ujaran Nabi, bahwa: “al-Quran bagaikan intan permata, yang setiap sisinya memancarkan cahaya yang beragam”. Ini adalah petanda bahwa bahasa al-Quran adalah bahasa yang ambigu dan bahkan ekuivositas (kemajemukan makna). Ada lapisan makna yang terkandung dalam bahasa al-Quran. Karena itu, semisal para teolog, para filsuf dan sufi dalam merumuskan bangunan teologinya dengan epistemologi filosufis-religius, yang diistilahkan Immanuel Kant dan Heidegger dengan “onto-teologi”. Piranti “analogi”, semisal, telah digunakan. Penalaran dan eksperimentasi didayagunakan untuk menyibak kandungan makna al-Quran yang begitu majemuk, demi meraih penyucian dan pensakralan Tuhan yang jitu.&lt;br /&gt;Muhammad Abduh sebagai saksi mata menilai Wahabi adalah gerakan pembaharuan yang paradok: hendak mengibaskan debu taklid yang mengotori, tapi di saat yang sama menciptakan taklid baru yang lebih menjijikan. Muhammad Abduh dan Wahabi sejatinya terikat dalam satu mimpi bersama, yaitu mengembalikan Islam pada masa Islam belum terkotak-kotak dalam beragam sekte. Biasa diistilahkan sebagai “neo-Salafisme”. Tapi keduanya memilih jalan yang berbeda: Abduh melalui jalan rasionalis, sehingga diklaim sebagai neo-Muktazilah; Wahabi melewati jalan literalis, sehingga diklaim sebagai neo-Khawarij. Pangkal paradoksalitas Wahabi tercium oleh Abduh dalam menjatuhkan pembaharuannya pada jalan literlisme, yang menghantarkan pada “taklid baru yang menjijikan”. Berimplikasi pada pendangkalan Islam yang tak bisa dielakkan: menghempas progresif, mendulang regresif.&lt;br /&gt;Baru-baru ini saya mendapatkan buku murah di pasar buku lowak (azbaciah) yang bertajuk “al-Sa’udiyyun wa al-Irhabi: Ru’yah ‘Alamiyah” (Orang-orang Saudi dan Terorisme: Sebuah Pandangan Dunia): Riadh, 2005. Sejenis bunga rampai, memuat tulisan dari berbagai kalangan. Ada satu sub judul yang membicarakan relasi terorisme dan Wahabi. Cukup beragam tulisan itu: ada yang menohok bahwa Wahabi adalah salah satu sumber merebaknya terorisme, dan ada yang menyucikan Wahabi dari terorisme. Tapi, penyucian Wahabi dari terorisme menjadi sangsi jika kita melihat kenyataan selalu saja ada pihak yang bergabung dalam komplotan terorisme berkedok agama, yang telah menyerap doktrin Wahabi. Dan benarkah kalau mereka hanyalah sekedar oknum?[]  &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4060275632764774323-7803083134135769760?l=serepih.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://serepih.blogspot.com/feeds/7803083134135769760/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://serepih.blogspot.com/2009/10/oleh-mukti-ali-penulis-masih-tingkat.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4060275632764774323/posts/default/7803083134135769760'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4060275632764774323/posts/default/7803083134135769760'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://serepih.blogspot.com/2009/10/oleh-mukti-ali-penulis-masih-tingkat.html' title='Neo-Salafisme Wahabi: Ironi Teologi dan Pendangkalan Islam'/><author><name>Muhammad Falikh Siddik</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06820504698161400563</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_wlA-5SNFx8w/TGYsB6Nub1I/AAAAAAAAAFM/ECzIQ5epw64/S220/IMG_2409.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4060275632764774323.post-2525777640522380607</id><published>2009-10-10T15:39:00.000-07:00</published><updated>2010-08-13T20:48:39.721-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sufi'/><title type='text'>Hizib (bab 1)</title><content type='html'>Secara harfiah Hizib dapat diartikan sebagai golongan, atau kelompok bahkan ada yang mengartikan sebgai tentara, Kata Hizib muncul di Al-Quran sebanyak beberapa kali yaitu :&lt;br /&gt;1. Surat Al Maaidah ayat 56 :&lt;br /&gt;Dan barang siapa yang menjadikan Allah ta'ala, RosulNya dan orang-orang yang beriman sebagai pemimpin, maka sesungguhnya Golongan (Hizbu) Alloh-lah sebagai pemenang.&lt;br /&gt;2. Surat Al Kahfi ayat 12 :&lt;br /&gt;Kemudian Kami bangunkan mereka, agar Kami mengetahui manakah diantara kedua golongan (Al hizbaini) itu yang lebih tepat dalam menghitung berapa lamanya mereka tinggal didalam gua itu&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;3. Surat Ar Ruum ayat 32 :&lt;br /&gt;dari orang-orang yang memecah belah agama mereka dan mereka menjadi beberapa golongan. setiap golongan merasa bangga dengan apa yang ada pada golongan (HIzbin) mereka&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;4. Surat Al Fathiir ayat 6 :&lt;br /&gt;Sungguh setan itu membawa permusuhan bagimu, maka perlakukanlah ia sebagai musuh, sesungguhnya mereka mengajak Golongannya (Hizbuhu) agar menjadi penghuni neraka yang menyala-nyala.&lt;br /&gt;5. Surat Al Mujaadilah ayat 19 :&lt;br /&gt;Setan telah menguasai mereka lalu menjadikan mereka lupa mengingat Alloh ta'ala; mereka itulah golongan (Hizbu) setan. Ketahuilah bahwa golongan (Hizba) setan lah yang merugi.&lt;br /&gt;6. Surat Mujadiilaah ayat 22 :&lt;br /&gt;Engkau tidak akan mendapatkan satu kaum yang beriman kepada Allah ta'ala dan kepada hari akhirat, saling berkasih sayang dengan orang-orang yang menentang Allah dan RasulNya, sekalipun orang-orang itu bapaknya, anaknya, saudaranya atau keluarganya. Mereka itulah orang-orang yang didalam hatinya telah ditanamkan Allah keimanan dan Allah telah menguatkan mereka dengan pertolongan/ ruh yang datang dari Dia. Lalu dimasukkannya mereka kedalam syurga yang mengalir dibawahnya sungai-sungai, mereka kekal didalamnya. Allah ridha terhadap mereka dan merekapun ridha. Merekalah golongan (Hizbu) Allah. Ingatlah sesungguhnya golongan (Hizba) Allah-lah yang beruntung.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Masih segar dalam ingatan kita, ketika Nabi dan para sahabat bertempur melawan kaum musyrikin dalam perang badar, Allah sengaja mendatangkan 5000 pasukan sebagai bala bantuan yang bertandakan putih, mereka adalah para malaikat (Hizbullah), kata Hizib sendiri terkadang juga digunakan untuk menyebut “mendung yang berarak” atau “mendung yang tersisa”. Semisal hizbun min al-ghumum (sebagian atau sekelompok mendung).&lt;br /&gt;Ternyata untuk selanjutnya perkembangan kata hizib dalam tradisi thariqah atau yang berkembang di pesantren adalah untuk “menandai” sebuah bacaan-bacaan tertentu. Misalnya hizib yang dibaca hari jum’at; yang dimaksud adalah wirid-wirid tertentu yang dibaca hari jum’at.&lt;br /&gt;Untuk selanjutnya, makna hizib adalah wirid itu sendiri. Atau juga bisa bermakna munajat, ada hizib Ghazaly, Hizib Bukhori, Hizib Nawawi, Hizib Bahri, Hizib Syeikh Abdul Qadir Jailani, Ratib Al-Ahdad, yang masing-masing memiliki sejarah sendiri-sendiri.&lt;br /&gt;Hizib adalah himpunan sejumlah ayat-ayat Al-Qur’anul karim dan untaian kalimat-kalimat zikir dan do’a yang lazim diwiridkan atau diucapkan berulang-ulang sebagai salah satu bentuk ibadah untuk mendekatkan diri kepada Allah swt.&lt;br /&gt;As Syaikh Abul Hasan Asy Syadzily terkenal sebagai seorang yang memiliki banyak rangkaian doa yang halus dan indah, disamping kekayaan berupa khazanah hizib-hizibnya. Salah satu hizib beliau yang terkenal sejak dulu hingga sekarang adalah hizib Bahr dan hizib Nashor. Kedua hizib tersebut banyak diamalkan oleh kaum muslimin diseluruh dunia, terlebih ulama-ulama besar, kendati sebagian dari mereka tidak mengikuti thoriqot asy syaikh.&lt;br /&gt;Hizib Bahr adalah hizib yang di terima Syaikh Abu Hasan asy Syadzili langsung dari Rasulullah SAW berkaitan dengan lautan yang tidak ada anginnya. Sejarah diterima hizib bahri adalah sebagai berikut :&lt;br /&gt;Pada waktu itu asy syaikh Abul Hasan Asy Syadzili tengah melakukan perjalan ibadah haji ke tanah suci. Perjalanan itu diantaranya harus menyeberangi laut merah. Untuk menyeberangi lautan itu sedianya beliau akan menumpang perahu milik seseorang yang beragama nasrani. Orang itu juga akan berlayar walaupun berbeda tujuan dengan asy syaikh. Akan tetapi keadaan laut pada waku itu sedang tidak ada angin yang cukup untuk menjalankan kapal. Keadaan seperti itu terjadi sampai berhari-hari, sehingga perjalannapun menjadi tertunda. Sampai akhirnya pada suatu hari, asy syaikh bertemu dengan baginda Rasulullah SAW. Dalam perjumpaan itu, Rasulullah SAW secara langsung mengajarkan hizib Bahri secara imla’ (dikte) kepada syaikh.&lt;br /&gt;Setelah hizib Bahri yang baru beliau terima dari Rasulululah SAW itu beliau baca, kemudian beliau menyuruh si pemilik perahu itu supaya berangkat dan menjalankan perahunya. Mengetahui keadaan yang tidak memungkinkan, karena angin yang diperlukan untuk menjalankan perahu tetap tidak ada, orang itupun tidak mau menuruti perintah asy syaikh. Namun asy syaikh tetap menyuruh agar perahu diberangkatkan. “Ayo, berangkat dan jalankan perahumu ! sekarang angin sudah waktunya datang “, ucap asy syaikh kepada orang itu. Dan memang benar kenyataannya, angin secara perlahan-lahan mulai berhembus, dan perahupun akhirnya bisa berjalan. Singkat cerita alkisah kemudian si nasrani itupun lalu menyatakan masuk islam.&lt;br /&gt;Berkata syaikh Abdurrahman al Busthomi, “Hizbul Bahri ini sudah digelar di permukaan bumi. Bendera hizbul bahri berkibar dan tersebar di masjid-masjid. Para ulama sudah mengatakan bahwa hizbul bahri mengandung Ismullohil ‘adhom dan beberapa rahasia yang sangat agung.&lt;br /&gt;Dalam kitab Kasyf al-Zhunun `an Asami al-Kutub wa al-Funun, Haji Khalifah seorang pustakawan terkenal asal Konstantinopel (Istanbul Turki) menulis berbagai jaminan yang diberikan asy Syaikh Abul Hasan Syadzili dengan Hizib Bahrinya ini. Di antaranya, menurut Haji Khalifah, Asy Syaikh Syadzili pernah berkata: Seandainya hizibku (Hizib Bahri, Red.) ini dibaca di Baghdad, niscaya daerah itu tidak akan jatuh. Mungkin yang dimaksud Asy Syaikh Syadzili dengan kejatuhan di situ adalah kejatuhan Baghdad ke tangan Tartar,Wallahu a’lam.&lt;br /&gt;Bila Hizib Bahri dibaca di sebuah tempat, maka termpat itu akan terhindar dari malapetaka, ujar Syaikh Abul al-Hasan, seperti ditulis Haji Khalifah dalam Kasyf al-Zhunun.&lt;br /&gt;Haji Khalifah juga mengutip komentar ulama-ulama lain tentang Hizib Bahri ini. Ada yang mengatakan, bahwa orang yang istiqamah membaca Hizib Bahar, ia tidak mati terbakar atau tenggelam. Bila Hizib Bahri ditulis di pintu gerbang atau tembok rumah, maka akan terjaga dari maksud jelek orang dan seterusnya.&lt;br /&gt;Konon, orang yang mengamalkan Hizib Bahri dengan kontinu, akan mendapat perlindungan dari segala bala’. Bahkan, bila ada orang yang bermaksud jahat mau menyatroni rumahnya, ia akan melihat lautan air yang sangat luas. Si penyatron akan melakukan gerak renang layaknya orang yang akan menyelamatkan diri dari daya telan samudera. Bila di waktu malam, ia akan terus melakukan gerak renang sampai pagi tiba dan pemilik rumah menegurnya.&lt;br /&gt;Banyak komentar-komentar, baik dari Asy Syaikh Syadzili maupun ulama lain tentang keampuhan Hizib Bahri yang ditulis Haji Khalifah dalam Kasyf al-Zhunun jilid 1 (pada entri kata Hizb). Selain itu, Haji Khalifah juga menyatakan bahwa Hizib Bahri telah disyarahi oleh banyak ulama, diantaranya Syaikh Abu Sulayman al-Syadzili, Syaikh Zarruq, dan Ibnu Sulthan al-Harawi.&lt;br /&gt;Seperti yang telah disampaikan dalam manaqib Asy Syaikh Syadzili, bahwa menjelang akhir hayat beliau, asy syaikh telah berwasiat kepada murid-murid beliau agar anak-anak mereka, maksudnya para murid thariqah syadziliyah, supaya mengamalkan hizib Bahri. Namun untuk mengamalkan Hizib ini seyogyanya harus melalui talqin atau ijazah dari seorang guru yang memiliki wewenang untuk mengajarkannya. Seseorang yang tidak mempunyai wewenang tidak berhak mengajarkannya ataupun memberikan hizib ini kepada orang lain. Hal ini merupakan adabiyah atau etika dilingkungan dunia thariqah.&lt;br /&gt;Inilah sekilas pandang tentang Hizib, dan insya Allah untuk berikutnya akan saya bahas satu-satu tentang hizib, mulai dari hukum, sejarah, sanad, fadilah, beserta teksnya dan insya Allah untuk teks Hizib akan saya usahakan untuk bisa di download, supaya bisa memudahkan bagi anda yang berminat mengamalkannya.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4060275632764774323-2525777640522380607?l=serepih.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://serepih.blogspot.com/feeds/2525777640522380607/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://serepih.blogspot.com/2009/10/hizib-jilid-satu.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4060275632764774323/posts/default/2525777640522380607'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4060275632764774323/posts/default/2525777640522380607'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://serepih.blogspot.com/2009/10/hizib-jilid-satu.html' title='Hizib (bab 1)'/><author><name>Muhammad Falikh Siddik</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06820504698161400563</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_wlA-5SNFx8w/TGYsB6Nub1I/AAAAAAAAAFM/ECzIQ5epw64/S220/IMG_2409.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4060275632764774323.post-5453382487418738722</id><published>2009-09-16T17:09:00.000-07:00</published><updated>2010-08-13T20:45:59.804-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sufi'/><title type='text'>Tasawuf Moral dan Tasawuf Falsafi</title><content type='html'>Tasawuf merupakan praktek spiritual dalam Islam (ruhul islam), tasawuf memandang ruh sebagai puncak dari segala realitas sementara jasad tidak lebih sebagai “kendaraan” saja. Maka, jalan spiritualitas lebih banyak menekankan pada aspek ruhani, bersifat personal dan berangkat dari pengalaman yang juga bersifat personal. Berbeda dengan “agama” yang bersifat umum (dalam Islam kita kenal dengan istilah syari’ah/syari’at), jalan tasawuf kemudian kita kenal dengan istilah tarekat/thariqah (dekat dengan istilah tirakat). Dalam jalan ini setiap pendaki (salik/murid) akan melewati level dan kondisi (maqomat dan ahwal) di bawah bimbingan guru spiritual (dalam sufi dikenal dengan istilah mursyid). &lt;span class="fullpost"&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Dimana antara satu guru dengan guru (para mursyid) yang lain sangat dimungkinkan menggunakan metode yang berbeda karena berbeda thariqoh berbeda pula metode yang di gunakan, antara thariqah Qodariya pasti berbeda dengan Syathoriyah, pun dengan Naqsyabandiyah, Syadziliyah, Tidjaniya, Dasuqiyah dll. Sang murid diajarkan untuk berlatih membuka mata batinnya (ainul qolb). Ada yang meyebut istilah ini dengan Mukasyafah (menyingkap) atau hudhuri (menghadirkan) atau tawajjuh (berhadap-hadapan). Murid dilatih membersihkan diri melalui thariqah tadi dengan menempuh dari level tertentu ke level yang lebih tinggi, dari kondisi tertentu ke kondisi yang lebih yang lain. Hingga sang murid mampu mencapai tingkatan fana (kosong/hampa) tidak ada lagi ego dalam diri sang murid sehingga murid sampai pada sebuah kondisi “tersingkap”, “menghadirkan”, atau “berhadap-hadapan”.&lt;br /&gt;Menurut penulis pribadi antara tasawuf moral dan tasawuf falsafi berbeda jalan. Tasawuf moral –setelah melewati fase tadi- mengajak “kembali” sang murid untuk hidup dalam dunia “nyata” dan kembali masuk dalam aturan syariat. Namun syariat yang telah diisi dengan pengalaman dan pengetahuan bertuhan. Sehingga syariat yang dijalankan akan lebih mantap dan bermakna dari sebelum ia melakukan perjalanan. Misalnya, sang murid sudah mengerti apa hakikat sholat, puasa dan zakat lalu bisa mempraktikannya dengan lebih baik dan penuh makna. Sang murid sudah mengerti bahwa pada sisi yang paling esoterik semua agama memiliki tujuan yang sama sehingga mampu untuk hidup toleran serta tidak memperbesar perbedaan sisi eksoterik satu agama dengan agama yang lain. Sang murid sudah mengerti bagaimana cara bergaul dan menghargai antara sesama manusia bahkan seluruh makhluk hidup. Sang murid sudah mengerti dari mana ia berasal dan kemana ia akan kembali.&lt;br /&gt;Berbeda dengan tasawuf falsafi, setelah sampai pada fase tersebut, sang murid atau bahkan sang guru, tidak mau “pulang”. Tapi mau tetap Menikmati ekstase keindahan dan kenikmatan “bersatu” dengan Tuhan. Terucaplah perkataan yang tidak terkontrol (syathohat) dalam kondisi ekstase. Berujar mengaku sebagai Sang Kebenaran atau memuji dirinya sendiri sebagai Tuhan. Atau menuangkan pengalaman bertuhannya dalam karya/tulisan. Di level sesama praktisi spiritualitas (kalangan khas atau khawasul khawas) mungkin tidak menjadi persoalan. Tapi bagaimana di kalangan awam yang memang hanya menjalankan syariat tanpa dibarengi dengan praktek tasawuf? Disinilah problem selanjutnya muncul. Mau tidak mau, atas nama menjaga kemaslahatan umum, menjaga keimanan dari kalangan umum, dan alasan-alasan yang sejenis, maka para praktisi tasawuf falsafi ini menyandang predikat sesat atau yang berakhir dengan hukuman mati. Syihabuddin Syuhrawardi yang bergelar al-maqtul (terbunuh), Abu Mansyur Al-Hallaj dan Ainul Qudhat Hamadani adalah sufi falsafi yang hidupnya berakhir dengan hukuman mati. Bahkan Syuhrawardi dan Ainul Qudhat dihukum mati dalam usia yang cukup muda. Apa yang terjadi dengan Syekh Siti Djenar (jika kisah ini juga memang benar dan bukan sebagai mitos serta terlepas dari persoalan politik) adalah termasuk dalam kategori ini.&lt;br /&gt;Bertemu dan bersatu dengan Tuhan ini merupakan klaim kaum sufi yang juga diperdebatkan dikalangan teologis dan ahli fikih. Bahkan bagi sebagian kalangan Islam yang agak keras, praktik tasawuf dianggap bid’ah. Disinilah perlunya kita bisa memahami Islam (dari sisi kajian dan praktek) baik dari sisi teologi, tasawuf, fikih dan filsafat. Agar tidak mudah terjebak dalam absolutisme dan arogansi fikih misalnya atas tasawuf, teologi maupun filsafat sehingga saling menyalahkan satu sama lain karena ketidak-mengertian kita terhadap metodologi yang digunakan.&lt;br /&gt;Apa yang contohkan Al-Ghazali &amp;amp; al-Rumi yaitu untuk segera pulang setelah bertemu Tuhan, seharusnya bisa menjadi teladan yang baik bagi para praktisi tasawuf saat ini. Al-Ghazali menghiasi syariat dengan laku dengan nilai-nilai hakikat. Atau Rumi yang mengekspresikan kebahagian dan rasa cinta serta rindu kepada Tuhan melalui simbol-simbol (cinta, mawar, cawan dll) yang terlukiskan dalam karya sastra…&lt;br /&gt;Mungkin tidak mudah untuk serta merta diterima oleh rasio karena memang tasawuf tidak menggunakan “alat ukur” rasionalitas. Tasawuf menggunakan alat ukur yang berbeda yang bernama “ainul qolb” (mata batin) yang diyakini juga ada dalam diri setiap manusia. Yang kadang sepintas ia “muncul” dan kita tidak mengenalinya lalu “tertutup” (terhijab) lagi oleh potensi atau hal lain dalam diri kita. Wallahu a’lam&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4060275632764774323-5453382487418738722?l=serepih.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://serepih.blogspot.com/feeds/5453382487418738722/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://serepih.blogspot.com/2009/09/tasawuf-moral-dan-tasawuf-falsafi.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4060275632764774323/posts/default/5453382487418738722'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4060275632764774323/posts/default/5453382487418738722'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://serepih.blogspot.com/2009/09/tasawuf-moral-dan-tasawuf-falsafi.html' title='Tasawuf Moral dan Tasawuf Falsafi'/><author><name>Muhammad Falikh Siddik</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06820504698161400563</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_wlA-5SNFx8w/TGYsB6Nub1I/AAAAAAAAAFM/ECzIQ5epw64/S220/IMG_2409.JPG'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4060275632764774323.post-249927531404223075</id><published>2009-09-12T23:22:00.001-07:00</published><updated>2010-08-13T20:46:27.216-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sufi'/><title type='text'>Puasa</title><content type='html'>Secara prinsip puasa menganjurkan pelakunya belajar merahasiakan amal, tulus dan tidak suka ria, berpuasa berarti melakukan hijrah ruhiyyah dari yang serba duniawi menuju ukhrawi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hakikat puasa mengajarkan manusia lebih detail merenungi dan menemukan jati diri agar lebih mendalam mengetahui Tuhannya, "man 'aarofa nafsahu fa'arofa robbahu", demi tujuan itu manusia lebih sibuk muhasabah, tidak perlu menonjolkan amal kebajikan kepada orang lain, mengurusi bagaimana ibadah orang lain apalagi mengurusi ibadah agama lain.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Proses introspeksi diri dan rekonstruksi mental spiritual secara revolusioner di lakukan. Bila hal ini diamalkan puasa akan mengantar manusia lebih sempurna (insan kamil). Manusia yang memiliki prinsip, kepribadian, lan weruh dunung ing urip (mengetahui hakikat hidup) tidak akan mudah anut grubyuk (hanyut) pada arus kehidupan yang kian tak terkendali.&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun banyak kaum muslim yang latah dalam berpuasa, puasa yang sakral disederhanakan menjadi ibadah yang ibadah profan yang sarat kepentingan duniawi. Kegiatan Ramadhan dijadikan media sosialisasi, show of force, pamer kebaikan, bahkan dijadikan kamuflase untuk mengelabui publik, seperti banyak dilakukan oleh artis yang tidak pernah menutup aurat secara benar mendadak mau berjilbab karena akan ditampilkan sebagai sosok yang taat beragama. Maka tidak aneh jika tiba-tiba koruptor bisa bercitra diri menjadi dermawan, orang yang tidak bisa mengaji, tidak fasih Islam bisa jadi ustadz dan dai kondang. Politisi yang sering memanipulasi kepentingan rakyat, menjadi pembela rakyat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang puasa adalah bulan penuh berkah dan puncak penyucian diri. Tetapi pertobatan itu hanya demi mencari ridho Allah bukan ridho manusia. Padahal jika manusia ingin mencari ridho Allah, ibarat tangan kanan memberi, tangan kiri tidak tahu. Orang berdoa, jika bisa, jangan sampai telinga sendiri mendengar. Menolong orang, jika mungkin matanya sendiri tidak melihat. Orang takut disebut shalih meski dirinya shalih sebab kebanggaan akan sebutan itu bisa menurunkan derajat ketakwaannya. Bagaimana dengan amal yang selalu ingin dipublikasikan dan diketahui orang lain?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tipe manusia yang mencari ridho Allah akan merahasiakan amal baiknya. Kegiatan-kegiatan spiritual di bulan puasa akan dilakukan sembunyi-sembunyi. Membaca Al Quran dilakukan pelan-pelan, penuh penghayatan makna. Nurani yang diajak membaca, bukan mulut yang disalurkan lewat pengeras suara. Bagaimana Allah mau menerima ibadah jika pelaksanaannya mengganggu ketenteraman dan ketenangan orang lain?.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4060275632764774323-249927531404223075?l=serepih.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://serepih.blogspot.com/feeds/249927531404223075/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://serepih.blogspot.com/2009/09/puasa.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4060275632764774323/posts/default/249927531404223075'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4060275632764774323/posts/default/249927531404223075'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://serepih.blogspot.com/2009/09/puasa.html' title='Puasa'/><author><name>Muhammad Falikh Siddik</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06820504698161400563</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_wlA-5SNFx8w/TGYsB6Nub1I/AAAAAAAAAFM/ECzIQ5epw64/S220/IMG_2409.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4060275632764774323.post-3786436835345947532</id><published>2009-09-12T22:54:00.000-07:00</published><updated>2010-08-13T20:46:53.512-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cerpenku'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sufi'/><title type='text'>Pendewasaan</title><content type='html'>Suatu sore yang cerah Kyai Dulhalim sedang membakar sampah di depan rumahnya, beliau hanya mengenakan kaos oblong putih dengan sarung Atlas kesayangannya sambil sekali-kali mengorek-ngorek sampah dengan sebatang ranting supaya terbakar semua, tiba-tiba ada yang datang dan mengucapkan salam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Assalamu’alaikum wa kaji[1]”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Wa’alaikum salam warahmatullah… eh mang kosim, mangga mlebet[2]” kata Kyai Dulhalim sambil buru-buru melepas tangannya karena mang kosim berusaha untuk mencium tangan beliau dengan senyumnya yang khas.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“mboten usah kyai[3], saya hanya di beri amanat sama haji Syamsuri untuk mengundang kyai untuk bisa hadir ke rumahnya ba’da isya[4] dalam acara manaqiban” kata mang kosim dengan badan setengah menunduk tanda ta’dziman[5] kepada kyai Dulhalim.&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Mmm…katakan kepada haji syamsuri Insya Allah saya akan hadir kalau tidak ada halangan” jawab Kyai Dulhalim sambil tetap tersenyum&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“oh ya, bagaimana kabar anakmu yang kemarin sakit, sudah sembuh belum?” tanya Kyai Dulhalim penuh perhatian&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Alhamdulillah kyai, sekarangan sudah baikan walaupun masih kelihatan pucat tapi sudah ada perkembangan”jawab mang kosim senang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“saya atas nama keluarga sangat mengucapkan banyak terimakasih karena bantuan kyai dalam pengobatan anak saya, saya tidak tahu bagaimana jadinya jika nggak ada kyai mungkin anak saya…”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“sudah,sudah…jangan diteruskan, bersyukurlah kepada Allah swt, mari masuk dulu!” potong kyai Dulhalim merangkul mang kosim ke rumahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Puten kyai[6], saya masih harus menyampaikan undangan haji syamsuri karena banyak yang belum tersampaikan padahal sekarang sudah sore jadi kapan-kapan saja, Insya Allah saya akan mampir lagi”kata mang kosim menolak ajakan kyai dulhalim untuk mampir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“oh gitu…ya udah nggak apa-apa, hati-hati di jalan”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“matur kesuhun kyai, assalamu’alaikum…”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“wa’alaikum salam warahmatullah…” jawab kyai Dulhalim sambil melihat punggung mang kosim yang sesekali menoleh ke arah beliau sambil tersenyum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;****&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kyai Haji Abdul Halim yang masyhur di panggil Kyai Dulhalim adalah sosok ulama di kampung Sarimaju yang paling di segani dan di cintai bukan hanya karena beliau adalah Alim ilmu agama tetapi juga karena Akhlak beliau yang sangat santun dan sanagat memperhatikan masyarakat terutama dari golongan yang kurang mampu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah acara manaqiban selesai maka Kyai Dulhalim pun di minta tuan rumah untuk memberikan tausyiah sambil menunggu makanan di bagikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah mengucapkan salam dan bersholawat kepada baginda Rosulullah saw, Kyai Dulhalim berkata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“sebenarnya tradisi membaca manaqib itu tidak ada dalam syari’at islam maka bisa di katakan ini adalah bid’ah”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiba-tiba majlis menjadi agak sedikit riuh dan saling bertanya, mengerti akan hal ini kyai dulhalim melanjutkan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“yang kita baca barusan adalah manaqib Syekh Abdul Qodir al-Jailani, beliau adalah salah seorang ulama besar yang di maqomkan di baghdad dan Insya Allah termasuk hamba Allah swt yang mencintai dan di cintai-Nya”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para hadirin mulai tenang tapi masih diliputi berbagai pertanyaan di benak mereka karena belum pernah ada kyai di kampung mereka yang menyatakan kalau membaca manaqib adalah bid’ah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Manaqib adalah semacam biografi yang menceritakan tentang jalan hidup seorang guru, Tetapi ia bukan sekadar biografi yang hanya mencatat tentang tempat lahir, tanggal lahir dan hal-hal yang berelasi dengan guru secara historis, tetapi merupakan catatan kehidupan spiritual seorang guru sufi (mursyid), yang dapat mempengaruhi para salik(murid) dalam menghidupkan orientasi spiritual didalam diri mereka dan juga meningkatkan aspirasi mereka untuk mendekatkan diri kepada Allah swt” terang Kyai Dulhalim dengan tenang dan pandangan mata yang teduh tetapi jelas terlihat wibawanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“saya sering menghadiri acara manaqiban di baca dengan bacaan cepat dan kadang dengan pembacaan yang merdu dan yang lainnya mendengarkan tapi kebanyakan dengan mata berat terkantuk-kantuk karena kecapean mencangkul di sawah” sebagian hadirin tertawa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“saya perhatikan manaqib mulai di syakralkan oleh masyarakat, karena seharusnya kita dapat mencontoh perilaku tokoh yang dibaca, tetapi ironisnya banyak dari kita yang tidak paham dengan isi manaqib”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“kalau kita membaca al-quran walaupum tidak paham tetap mendapat pahala tetapi kalau membaca manaqib kalau kita tidak paham akan isinya apa yang kita dapat?...”tiba-tiba hadirin kembali riuh dan agak lebih rame dari yang pertama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“punten kyai, mohon kiranya kyai menjelaskan lebih detail lagi supaya jangan sampai terjadi perselisihan pada orang-orang awwan seperti kami ini…”tanya mang surip menyela Kyai Dulhalim&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“nggih kyai, kan manaqib niki saking Waliyullah Syekh Abdul Qodir al-Jailani ing kang katah karomahe”[7]tanya ustadz arifin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“apakah Kyai sudah tidak percaya kepada karomahnya Syekh Abdl Qodir Jailani?” sahut Mang Karna menimpali&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kyai dulhalim terdiam sesaat, kemudian kembali tersenyum sambil memandangi hadirin satu persatu, sejurus kemudian beliau melanjutkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“memang betul syekh abdul qodir itu Waliyullah”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“memang betul banyak karomahnya syekh abdul qodir itu”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“akan tetapi…”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“sekarang itu membaca manaqib sudah dalam taraf mengkhawatirkan, yaitu banyak yang membaca manaqib tetapi tidak paham isinya, kedua banyak yang memahami kalau membaca manaqib itu membawa berkah walaupun tidak paham isinya, ketiga merasa kalau membaca manaqib itu adalah ibadah seperti halnya membaca al-quran dan sholawat nabi saw ini adalah keliru dan perlu di luruskan” orang-orang masih terdiam walaupun dalam benak mereka berkecamuk berbagai pertanyaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“inti dari membaca manaqib adalah supaya kita mampu meneladani tokohnya bukan pada bacaan tetapi pemahaman yang benar dan mengambil ibroh dari kisah yang terdapat dalam manaqib”kyai dulhalim terdiam kemudian menunduk, para hadirin pun jadi hening hanya suara cicak yang berkejaran di dinding dan suara jangkrik di kebun sebelah menambah rasa hening.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[1] Wak Kaji : Panggilan untuk orang yang sudah menunaikan ibadah haji&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[2] Mangga mlebet : Silahkan masuk ( bahasa cirebon halus )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[3] Mboten usah : Tidak usah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[4] Ba’da isya : setelah sholat isya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[5] Ta’diman : Penghormatan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[6] Punten kyai : maaf kyai&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[7] Betul kyai, manaqib inikan dari syekh abdul qodir jailani yang masyhur denagan karomahnya yang banyak&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4060275632764774323-3786436835345947532?l=serepih.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://serepih.blogspot.com/feeds/3786436835345947532/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://serepih.blogspot.com/2009/09/pendewasaan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4060275632764774323/posts/default/3786436835345947532'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4060275632764774323/posts/default/3786436835345947532'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://serepih.blogspot.com/2009/09/pendewasaan.html' title='Pendewasaan'/><author><name>Muhammad Falikh Siddik</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06820504698161400563</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_wlA-5SNFx8w/TGYsB6Nub1I/AAAAAAAAAFM/ECzIQ5epw64/S220/IMG_2409.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
